Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit Firdavs Norsafarov setelah timnya menderita kekalahan 1-2 dari Persib Bandung pada laga pekan ke-32 liga domestik di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB.
Kekalahan tersebut membuat kubu Macan Kemayoran merasa dirugikan oleh serangkaian keputusan pengadil lapangan asal Uzbekistan tersebut sepanjang pertandingan berlangsung. Dilansir dari Bola, Persija harus bermain di tempat netral meski berstatus sebagai tuan rumah dalam laga sarat gengsi tersebut.
"Kalau saya mengatakan semua yang saya pikirkan tentang kepemimpinan wasit, saya pasti akan dihukum dalam waktu yang lama," ujar Fabio Calonego, gelandang Persija Jakarta. Ia memilih menahan diri untuk tidak berbicara lebih detail demi menghindari sanksi disiplin dari operator liga.
Kekecewaan senada juga disampaikan oleh pelatih Persija, Mauricio Souza, yang menyoroti kegagalan wasit memberikan kartu merah kepada pemain lawan. Souza menilai gelandang Persib, Luciano Guaycochea, melakukan pelanggaran berat dengan menginjak kaki Rayhan Hannan.
Kekesalan Souza memuncak lantaran wasit VAR, Muhammad Tri Santoso, dianggap tidak memberikan respon atau intervensi atas insiden tersebut. Menurutnya, keputusan wasit sangat berpengaruh pada alur pertandingan yang berakhir dengan keunggulan tim tamu.
Selain masalah perwasitan, Fabio Calonego mempertanyakan kebijakan manajemen tim yang menggelar laga di Samarinda daripada mencari lokasi lain di Pulau Jawa. Ia menilai kondisi lapangan Stadion Segiri yang buruk menghambat gaya permainan tim yang mengandalkan umpan pendek dari kaki ke kaki.
Fabio membandingkan gaya bermain Persija yang teknis dengan gaya bola langsung atau direct ball yang diterapkan Persib Bandung. Baginya, kondisi lapangan yang kurang memadai lebih menguntungkan lawan dibandingkan strategi yang dibangun oleh skuat Macan Kemayoran.