IMX 2026 Prambanan Siap Digelar di Yogyakarta pada 26 April

Persiapan IMX 2026 di Candi Prambanan mencapai 100 persen. Tiket presale habis terjual, panitia sediakan kuota terbatas di lokasi.

Ajang Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2026 series bertajuk Prambanan Heritage Meet Up dipastikan siap diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, DI Yogyakarta, pada Minggu, 26 April 2026. Seluruh persiapan teknis untuk ajang pembuka rangkaian pameran modifikasi tahun ini telah mencapai tahap final.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, panitia mengonfirmasi bahwa kesiapan lokasi dan koordinasi dengan seluruh kolaborator telah rampung sepenuhnya. Acara ini menggabungkan pameran kendaraan hasil modifikasi dengan unsur gaya hidup dan budaya lokal Indonesia.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari status penjualan tiket Pre-Sale 2 Extended yang sudah habis terjual menjelang hari pelaksanaan. Kawasan Yogyakarta menjadi fokus utama minat pengunjung untuk menyaksikan kolaborasi antara talenta lokal dan tim ahli dari Jepang.

"Kami sudah berada di tahap penyelesaian akhir. Semua kolaborator, mulai dari tim Jepang hingga talenta lokal, sudah memberikan konfirmasi kehadiran 100%," kata Andre Mulyadi, Project Director IMX, dalam keterangan resminya.

Bagi calon pengunjung yang belum memiliki tiket, panitia menyediakan tiket pembelian langsung di lokasi (on the spot) seharga Rp55.000. Harga tersebut belum mencakup biaya administrasi platform digital serta tiket masuk resmi kawasan Candi Prambanan sebesar Rp50.000.

Loket penjualan tiket di area Candi Prambanan akan mulai dibuka pada pukul 09.00 WIB. Pihak penyelenggara mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal guna menghindari antrean panjang serta memastikan ketersediaan kuota tiket yang sangat terbatas.

Andre menegaskan bahwa konsep Heritage Meet Up ini merupakan bentuk pernyataan bahwa industri modifikasi Indonesia siap bersaing secara global. Persiapan yang matang diharapkan mampu memberikan pengalaman maksimal bagi komunitas otomotif yang hadir di situs warisan budaya tersebut.

Recommended