Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2026 tetap berada di level optimistis dengan pencapaian angka 123,0, sedikit meningkat dibandingkan level 122,9 pada bulan sebelumnya. Data hasil Survei Konsumen yang dirilis pada Mei 2026 ini menunjukkan persepsi masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional masih terjaga kuat.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa tren positif ini dipicu oleh penguatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Berdasarkan laporan yang dilansir dari Medcom, IKE tercatat sebesar 116,5 atau naik dari angka 115,4 pada periode Maret 2026.
Peningkatan IKE tersebut didorong oleh dua komponen utama, yakni Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang mencapai 108,8 dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) sebesar 112,6. Keduanya melampaui capaian bulan sebelumnya yang masing-masing berada di angka 107,8 dan 109,2.
"Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)," kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI. Meskipun demikian, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) mengalami koreksi tipis ke angka 128,1 dari sebelumnya 129,2.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap kokoh di level 129,6, meskipun terdapat penurunan dibandingkan Maret yang mencapai 130,4. Optimisme masa depan ini tetap terjaga berkat ekspektasi penghasilan sebesar 136,9 serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja di angka 127,7.
Dari sisi pengelolaan keuangan, rata-rata proporsi pendapatan masyarakat untuk konsumsi tercatat stabil di level 72,1 persen pada April 2026. Bank Indonesia juga mencatat adanya penurunan proporsi pembayaran cicilan atau utang menjadi 9,7 persen, turun dari 10,2 persen pada bulan lalu.
Kondisi ini dibarengi dengan kenaikan proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan (saving to income ratio) yang menyentuh angka 18,2 persen. Angka simpanan masyarakat tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan proporsi bulan sebelumnya yang sebesar 17,6 persen.