Indonesia Capai Swasembada Pangan Sempurna dan Siap Hadapi El Nino

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia mencapai swasembada pangan sempurna dengan stok beras Bulog mencapai 4,8 juta ton pada April 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai status swasembada pangan sempurna, khususnya pada komoditas beras, guna memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi fenomena El Nino pada pertengahan April 2026.

Pencapaian ini diklaim sebagai hasil dari kebijakan penguatan sektor pangan yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di mana kebutuhan konsumsi nasional sepenuhnya terpenuhi dari produksi petani lokal tanpa bantuan impor beras medium.

Berdasarkan data yang dilansir dari Medcom, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencatat kenaikan signifikan hingga menyentuh angka 4,8 juta ton per 16 April 2026.

"Alhamdulillah, stok Bulog 4,8 juta ton. Maksimal 1 minggu lagi bisa mencapai 5 juta ton. Ini adalah capaian yang tertinggi dan tidak pernah terjadi," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Data Bapanas merinci bahwa total stok tersebut terdiri dari 4,78 juta ton cadangan pemerintah dan 19,9 ribu ton stok komersial, dengan realisasi pengadaan dari produksi dalam negeri mencapai 2,04 juta ton.

Selain beras, Indonesia juga dilaporkan telah mencapai swasembada pada komoditas lain seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, dan cabai, sementara minyak goreng masih menjadi komoditas ekspor utama dunia.

Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025 menunjukkan produksi beras tahunan mencapai 34,69 juta ton, jumlah yang melampaui total kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,16 juta ton.

Keberhasilan sektor agraris ini tercermin pula pada Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan yang secara nasional konsisten bertahan di atas level 120 sejak Juli 2024, bahkan mencapai angka tertinggi 126,11 pada Februari 2026.

Untuk komoditas protein hewani, produksi daging ayam ras tercatat sebesar 4,29 juta ton berbanding konsumsi 4,12 juta ton, sementara produksi telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton untuk memenuhi kebutuhan 6,47 juta ton.

Pemerintah memastikan tidak akan ada impor jagung pakan sepanjang tahun ini menyusul produksi dalam negeri yang diproyeksikan mencapai 16,16 juta ton, melebihi angka kebutuhan sebesar 15,23 juta ton.

Recommended