Sektor bisnis di Indonesia menghadapi ancaman siber serius setelah tercatat sebagai negara dengan jumlah deteksi serangan exploit Business-to-Business (B2B) tertinggi di Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Data terbaru dari perusahaan keamanan global Kaspersky menunjukkan frekuensi serangan di tanah air melampaui negara tetangga secara signifikan.
Dilansir dari Medcom, sebanyak 932.051 kasus serangan exploit menyasar berbagai perusahaan di Indonesia selama periode tersebut. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi teratas, disusul oleh Vietnam dengan 587.217 kasus dan Malaysia yang mencatat 416.962 insiden.
Wilayah Asia Tenggara secara akumulatif menghadapi lebih dari 2 juta serangan exploit dalam satu tahun terakhir. Exploit merupakan kode berbahaya yang memanfaatkan celah keamanan atau bug pada perangkat lunak yang belum diperbarui untuk menyusup ke jaringan internal organisasi.
Selain ancaman exploit, serangan terhadap Remote Desktop Protocol (RDP) juga melonjak tajam dengan total 10.500.709 insiden di Indonesia. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan upaya serangan RDP terbanyak di kawasan, tepat di bawah Vietnam yang mencatat 11,4 juta serangan.
General Manager untuk ASEAN di Kaspersky, Simon Tung, menjelaskan bahwa kombinasi serangan exploit dan RDP memperlihatkan kegigihan para peretas dalam membidik korporasi di kawasan ini. Penyerang cenderung memilih titik terlemah yang memiliki resistensi paling rendah untuk menyusup.
"Penyerang menilai setiap target dan memilih opsi dengan resistensi paling rendah, yang mencerminkan strategi serangan yang lebih terencana dan adaptif," kata Simon Tung, General Manager untuk ASEAN di Kaspersky.
Sebagai langkah mitigasi, perusahaan diimbau untuk memperbarui perangkat lunak secara rutin demi menutup celah kerentanan sistem. Penggunaan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Endpoint Detection and Response (EDR) juga sangat disarankan untuk mendeteksi ancaman secara real-time.
Ahli keamanan siber menekankan pentingnya melindungi akses RDP agar tidak terbuka untuk jaringan publik dan memperkuatnya dengan kata sandi yang kompleks. Selain itu, pencadangan data secara teratur yang terisolasi dari jaringan utama menjadi proteksi akhir untuk menjaga kelangsungan operasional bisnis.