Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memberlakukan integrasi Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam satu sesi ujian pada Senin, 11 Mei 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan serta mengurangi beban ganda bagi siswa di jenjang kelas akhir.
Dilansir dari Medcom, skema baru ini menggunakan prinsip "1 Instrumen, 2 Fungsi" yang memungkinkan satu rangkaian soal menghasilkan dua jenis data berbeda secara bersamaan. Data tersebut akan diolah menjadi skor Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk evaluasi sekolah dan sertifikat capaian individu bagi siswa.
"AN tidak lagi dilaksanakan secara terpisah untuk murid kelas akhir. Saat mengerjakan TKA, semua komponen AN otomatis terkumpul dalam satu pelaksanaan yang sama," kata informasi resmi akun Instagram @pskp.kemendikdasmen, Senin (11/5/2026).
Perubahan ini secara khusus menyasar siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA yang sebelumnya harus menjalani dua asesmen terpisah. Melalui sistem terintegrasi, Kemendikdasmen memastikan validitas data tetap terjaga dengan menggunakan metode penskoran berbasis Item Response Theory.
Meskipun digabung dalam satu sesi, kedua instrumen ini memiliki orientasi yang berbeda dalam sistem pendidikan. AN tetap berfungsi sebagai alat evaluasi mutu sekolah melalui Rapor Pendidikan, sementara TKA ditujukan sebagai alat ukur prestasi individu siswa.
Hasil dari TKA dapat digunakan oleh peserta didik sebagai syarat dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Namun, kementerian menegaskan bahwa TKA bersifat opsional dan tidak menjadi faktor penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan.
Komposisi soal dalam ujian terintegrasi ini mencakup Matematika dan Numerasi sebanyak 30 soal dengan durasi 75 menit, serta Bahasa Indonesia dan Literasi sebanyak 30 soal selama 75 menit. Selain itu, siswa tetap diwajibkan mengikuti Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) masing-masing selama 20 menit.
Jadwal pelaksanaan untuk tingkat SMP/MTs sederajat ditetapkan pada 6 hingga 16 April 2026. Sementara itu, bagi jenjang SD/MI sederajat, ujian berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2026 dengan masa susulan pada pertengahan Mei 2026.
Seluruh hasil dari integrasi ujian ini dijadwalkan akan diumumkan secara serentak pada 24 Mei 2026. Pihak kementerian juga telah menyediakan fasilitas latihan soal secara gratis melalui laman resmi Pusat Asesmen Pendidikan untuk membantu persiapan siswa.