Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun Serap Tenaga Kerja

Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun dengan penyerapan 706 ribu tenaga kerja, didorong oleh sektor hilirisasi sebesar 29,6 persen.

Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun pada Kamis, 23 April 2026. Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dilansir dari Medcom, pertumbuhan positif ini juga dibarengi dengan kenaikan penyerapan tenaga kerja sebesar 18,9 persen. Sebanyak 706.569 orang berhasil terserap ke dalam lapangan kerja baru berkat realisasi modal tersebut selama tiga bulan pertama tahun ini.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa angka Rp498,8 triliun ini setara dengan 24,4 persen dari total target tahunan. Pemerintah mematok target ambisius sebesar Rp2.041,3 triliun untuk sepanjang tahun 2026.

"Realisasi investasi pada triwulan I-2026 kurang lebih 24,4 persen dari total target investasi pada tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun," ujar Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi/Kepala BKPM dalam konferensi pers di Jakarta.

Komposisi investasi pada periode Januari-Maret 2026 menunjukkan keseimbangan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMA berkontribusi sebesar Rp250 triliun atau 50,1 persen, sementara PMDN menyumbang Rp248,8 triliun atau 49,9 persen.

Berdasarkan sebaran wilayah, investasi di luar Jawa terpantau lebih tinggi dengan angka Rp251,3 triliun atau 50,4 persen. Sementara itu, wilayah Jawa mencatatkan realisasi sebesar Rp247,5 triliun atau sekitar 49,6 persen dari total modal yang masuk.

Sektor hilirisasi tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi mencapai Rp147,5 triliun, atau 29,6 persen dari total realisasi. Industri logam dasar menjadi subsektor dengan perolehan terbesar yang menyumbang angka hingga Rp69,4 triliun.

Subsektor lain yang mencatatkan realisasi tinggi meliputi jasa lainnya sebesar Rp64,2 triliun dan sektor pertambangan senilai Rp51,9 triliun. Selain itu, sektor perumahan, kawasan industri, serta transportasi dan telekomunikasi turut memberikan andil besar dalam capaian kuartal pertama ini.

Recommended