Investor Asing Borong Saham PADI dan PIPA saat Market Terkoreksi

Dinamika pasar modal Indonesia pada perdagangan menjelang akhir pekan ini menyuguhkan pemandangan menarik, khususnya pada saham-saham yang sempat tertekan sentimen negatif. Berdasarkan pantauan pasar pada sesi I, Jumat (13/2/2026), dua emiten yakni PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dan PT Multi Makmur Indonesia Tbk (PIPA) mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi oleh investor mancanegara.

Langkah masuknya dana asing ini menjadi sorotan para pelaku pasar mengingat kedua saham tersebut memiliki rekam jejak volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun arah pergerakan harga keduanya tampak kontradiktif pada penutupan sesi pertama, volume transaksi yang masif menandakan adanya strategi rebound atau pemanfaatan momentum harga yang dianggap sudah cukup terdiskon.

Fenomena ini sekaligus memberikan sinyal bahwa minat investor institusi luar negeri terhadap saham-saham dengan kapitalisasi tertentu masih cukup kuat, meski bayang-bayang kasus pasar sebelumnya belum sepenuhnya hilang. Sebagaimana dikutip dari investor.id (13/2/26), pergerakan saham PADI dan PIPA hari ini menjadi salah satu motor penggerak volume transaksi di lantai bursa yang patut dicermati hingga penutupan pasar sore nanti.

Pergerakan Harga dan Akumulasi Asing di Saham PADI

Saham PADI menunjukkan performa yang cukup tangguh pada perdagangan siang ini. Emiten sekuritas ini berhasil bergerak di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,56%, parkir di level harga Rp 130 per lembar saham. Menariknya, kenaikan harga ini dibarengi dengan aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing yang cukup signifikan dari sisi volume.

Data Transaksi Sesi I PADI

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (IDX), aktivitas transaksi saham PADI tergolong sangat cair:

  • Volume Transaksi: 860,5 juta saham.

  • Frekuensi: 38,3 ribu kali transaksi.

  • Nilai Transaksi: Mencapai Rp 112 miliar.

  • Net Buy Asing: Tercatat sebanyak 17.660.400 saham.

Data Stockbit menempatkan PADI di posisi ketiga sebagai saham yang paling banyak dibeli asing dari segi volume pada jeda siang ini. Hal ini mengindikasikan adanya kepercayaan diri yang mulai pulih dari pemodal besar setelah sebelumnya saham ini sempat tertekan hebat.

Kontradiksi Harga pada Saham PIPA

Berbeda dengan PADI, saham PT Multi Makmur Indonesia Tbk (PIPA) justru mengalami tekanan jual dari sisi harga meskipun tetap mencatatkan akumulasi beli oleh asing. PIPA terpantau melemah cukup dalam sebesar 5,61% ke posisi Rp 202 per saham pada jeda siang. Kondisi ini seringkali diartikan sebagai fase akumulasi di tengah penurunan harga (buy on weakness) oleh investor asing.

Rincian Perdagangan PIPA

  • Volume Transaksi: 66,5 juta saham.

  • Nilai Transaksi: Rp 13,4 miliar.

  • Net Buy Asing: Terdata sebanyak 5.458.200 saham.

Walaupun pelemahannya cukup signifikan, posisi PIPA yang berada di urutan ke-19 dalam daftar beli bersih asing menunjukkan bahwa masih ada minat koleksi di level harga saat ini.

Menilik Histori Volatilitas: Lepas dari Bayang-bayang Sentimen Negatif

Upaya rebound kedua saham ini tidak lepas dari tekanan berat yang dialami pada awal Februari 2026. Sebagaimana diketahui, baik PADI maupun PIPA sempat terseret dalam isu “goreng saham” yang memicu aksi jual masal oleh investor ritel maupun institusi lokal.

PADI tercatat sempat menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) pada Kamis (5/2/2026). Setali tiga uang, PIPA juga mengalami koreksi tajam pada Senin (2/2/2026) akibat sentimen serupa. Masuknya asing saat ini bisa dipandang sebagai bentuk validasi terhadap valuasi harga yang sudah dianggap murah pasca koreksi dalam, atau sebagai bagian dari strategi manajemen portofolio jangka pendek.

Analisis Kredibilitas dan Pengawasan Pasar

Otoritas bursa senantiasa menghimbau investor untuk tetap rasional dalam menghadapi volatilitas tinggi pada saham-saham yang masuk dalam daftar pantauan khusus atau yang memiliki pergerakan tidak wajar.

“Investor diharapkan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan emiten dan tetap berpegang pada analisis fundamental serta manajemen risiko yang ketat, terutama pada saham dengan volatilitas tinggi,” sebagaimana ringkasan pesan otoritas pasar modal dalam berbagai kesempatan sosialisasi kepada publik.

Kehadiran investor asing di saham PADI dan PIPA memang memberikan angin segar bagi likuiditas, namun pelaku pasar tetap perlu waspada terhadap potensi pembalikan arah (reversal) yang sewaktu-waktu bisa terjadi jika sentimen global atau domestik kembali bergejolak.

Recommended