Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp 977,08 miliar di pasar modal Indonesia pada Kamis, 30 April 2026. Pelepasan aset ini terjadi secara masif pada sesi I perdagangan seiring dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 2 persen.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik Finance, aksi jual tersebut menyasar sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar, termasuk emiten milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan grup konglomerat. Data Stockbit menunjukkan tekanan jual paling besar terjadi pada sektor perbankan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama pelepasan aset dengan nilai net foreign sell mencapai Rp 386,93 miliar. Saham milik Grup Djarum tersebut terkoreksi 2,51 persen ke posisi Rp 5.825 per lembar saham hingga penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.
Sektor perbankan pelat merah juga mengalami tekanan serupa, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 285,88 miliar. Nilai saham BBRI melemah 1,95 persen dan menyentuh harga Rp 3.010 per lembar.
Penurunan harga juga dialami oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat aksi net sell investor asing senilai Rp 37,86 miliar. Harga saham BMRI tercatat turun 0,68 persen menjadi Rp 4.400 pada periode perdagangan yang sama.
Selain perbankan, saham sektor pertambangan seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) turut dilepas investor asing sebesar Rp 146,77 miliar. Kondisi ini membuat harga saham ANTM mengalami koreksi tajam sebesar 6,44 persen ke level Rp 3.630.
Sejumlah saham milik konglomerat juga tidak luput dari aksi jual ini, termasuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu dengan nilai jual bersih Rp 46,92 miliar. Saham CUAN merosot 4,62 persen ke harga Rp 1.240 per saham.
Aksi jual bersih juga melanda PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 15,17 miliar yang mengakibatkan pelemahan harga 5,61 persen ke Rp 5.050. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) milik Grup Bakrie mencatatkan net foreign sell Rp 22,98 miliar dengan penurunan harga 4,40 persen ke level Rp 478.
Terakhir, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) milik Garibaldi Thohir mencatatkan aksi jual asing sebesar Rp 8,44 miliar. Emiten ini mengalami pelemahan harga sebesar 2,42 persen menjadi Rp 1.815 per lembar saham pada sesi pertama.