Jorge Lorenzo Kembali Bergairah di Paddock MotoGP

Tiga kali juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, merasakan kepuasan baru sebagai pelatih performa Maverick Vinales setelah pensiun.

Setelah pensiun, Jorge Lorenzo menemukan kembali semangatnya di dunia MotoGP. Mantan pembalap ini merasakan kepuasan baru dengan menjadi pelatih performa Maverick Vinales.

Lorenzo, yang meraih tiga gelar juara dunia MotoGP dan sejumlah grand prix bersama Yamaha dan Ducati, mengakui bahwa peran barunya ini memberinya kepuasan yang tak terduga.

Meskipun sudah gantung helm pada akhir musim 2019, Lorenzo tetap aktif di dunia balap. Ia pernah mengelola podcast MotoGP di YouTube, mengikuti ajang Porsche Supercup, dan menjadi analis televisi untuk DAZN.

Pada tahun 2026, Lorenzo kembali ke paddock secara penuh waktu setelah menandatangani kesepakatan untuk melatih Vinales.

Berbicara kepada situs resmi MotoGP, Lorenzo menyatakan bahwa pengalaman barunya ini melampaui ekspektasinya.

"Saya sangat menikmatinya, lebih dari yang saya bayangkan," ujarnya.

"Saya tahu bahwa saya senang membagikan pengetahuan saya di bidang lain kepada teman-teman saya."

"Namun, saya tidak menyangka akan sangat menikmati mengajarkan hal yang paling saya sukai, yang telah menjadi pekerjaan saya selama 30 tahun terakhir, yaitu dunia sepeda motor," tutur pembalap berusia 38 tahun.

Menurut Lorenzo, ia menyadari betapa besar kecintaannya terhadap dunia balap motor. Oleh karena itu, bekerja keras berjam-jam bersama Vinales terasa menyenangkan baginya.

"Saya menyadari bahwa saya sangat mencintainya. Jadi, bagi saya, bekerja sangat keras selama tujuh, delapan, sembilan jam sehari bersama Maverick bukanlah beban; itu adalah sebuah kesenangan," lanjutnya.

Lorenzo menyebut pekerjaan barunya ini sebagai posisi yang ideal baginya. Ia menikmati berada di lingkungan yang ia pahami dan cintai, tanpa harus menghadapi risiko seperti saat masih menjadi pembalap.

"Saya sangat menikmati berada di paddock, dan jika saya bisa menjalani proses ini dengan membantu Maverick, itu luar biasa," katanya.

"Saya tidak perlu mencari sponsor seperti manajer tim, saya tidak mempertaruhkan nyawa saya di lintasan."

"Saya memang sangat gugup ketika melihat Maverick membalap, tetapi saya tidak lagi mengambil risiko. Jadi, menurut saya ini adalah pekerjaan yang sempurna," ucap Lorenzo.

Recommended