Jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 21 juta Single Investor Identification (SID) per Januari 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia yang dilansir dari Medcom pada Kamis (7/5/2026), sebanyak 54,35 persen dari total investor tersebut merupakan kelompok usia di bawah 30 tahun.
Lonjakan jumlah investor muda ini terjadi di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik di Timur Tengah. Bank Indonesia mencatat adanya arus keluar portofolio asing sebesar USD1,1 miliar pada Maret 2026, yang dipicu oleh meningkatnya sikap hati-hati para pelaku pasar global.
Akses masyarakat ke instrumen investasi yang semakin luas tidak selalu dibarengi dengan kematangan strategi dalam menghadapi fluktuasi harga. Banyak investor baru dinilai masih bersikap reaktif terhadap pergerakan pasar jangka pendek serta kerap mengalami kebingungan akibat paparan informasi yang berlebih.
Kondisi ini memicu munculnya platform penasihat investasi seperti Recompound yang didirikan oleh Toby Limanto dan Budi Ryan. Perusahaan ini menyasar segmen profesional muda atau "Rational Delegator" yang memiliki pemahaman investasi namun tidak mempunyai waktu cukup untuk memantau portofolio secara mandiri.
Budi Ryan yang telah mengantongi lisensi penasihat investasi dari OJK sejak Februari 2025, menerapkan sistem imbalan jasa yang hanya ditarik jika portofolio klien berhasil melewati titik tertinggi sebelumnya. Strategi ini dirancang untuk menjaga keselarasan kepentingan antara pengelola dan pemilik modal.
"Semakin banyak orang masuk ke pasar modal, tetapi tidak semuanya ingin menjadikan investasi sebagai pekerjaan kedua. Kami melihat ada kebutuhan untuk membantu mereka tetap rasional dan konsisten tanpa harus terjebak dalam dinamika harian pasar," ujar Toby Limanto, Co-Founder Recompound.
Dalam operasionalnya, Recompound menitikberatkan pada fundamental bisnis perusahaan, valuasi yang wajar, serta margin keamanan dibandingkan mengejar keuntungan harian. Pendekatan ini didukung oleh pendanaan tahap awal dari Genesia Ventures dan STRIVE yang diperoleh pada Oktober 2024.
Data internal menunjukkan portofolio yang didampingi mencatatkan pertumbuhan rata-rata antara 15 hingga 20 persen per tahun selama tiga tahun terakhir. Angka tersebut melampaui performa indeks saham gabungan seperti IHSG dan LQ45 dalam periode yang sama.
Meskipun jumlah investor diperkirakan terus bertambah, tantangan utama ke depan adalah konsistensi individu dalam mempertahankan aset di pasar modal. Ketahanan investor dalam menghadapi volatilitas menjadi faktor penentu keberlanjutan investasi di tengah situasi pasar yang belum stabil.