IPB University berinisiatif menyediakan skema beasiswa khusus bagi para mahasiswa terbaik dari negara-negara Global South. Program ini dirancang untuk mendalami keahlian di bidang tata kelola maritim dan akuntansi kelautan. Inisiatif ini digulirkan seiring dengan kepercayaan yang diberikan kepada IPB University sebagai tuan rumah South-South Ocean Accounting Exchange 2026.
Acara penting tersebut dijadwalkan berlangsung di IPB International Convention Center, Bogor, pada 30 hingga 31 Maret 2026. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyatakan bahwa forum ini memegang peran vital dalam memperkuat komitmen institusi terhadap pengelolaan laut yang berkelanjutan. Menurutnya, investasi terbesar untuk masa depan lautan adalah pengembangan sumber daya manusia.
Alim menjelaskan, “IPB University saat ini dipercaya menjadi tuan rumah South-South Ocean Accounting Exchange 2026 dan memfasilitasi lima mahasiswa magister dan lima mahasiswa doktoral dalam program beasiswa GOAP Fellowship. Sepuluh penerima beasiswa ini mendedikasikan penelitian mereka untuk menjawab tantangan tata kelola laut di masa depan,” seperti dikutip dari Medcom, Selasa, 31 Maret 2026.
Inisiatif ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antar negara Global South. Selain itu, diharapkan lahir generasi pemimpin baru yang berdedikasi pada tata kelola laut berkelanjutan. Alim juga menyoroti pentingnya akuntansi kelautan sebagai instrumen strategis. Konsep ini melampaui penyajian data statistik, berfungsi sebagai kerangka kerja yang menghubungkan kondisi ekosistem laut dengan aktivitas ekonomi.
“Dengan ocean accounting, data dapat diolah menjadi kebijakan yang terukur sehingga pemanfaatan sumber daya laut tetap selaras dengan daya dukung lingkungan,” tambahnya.
IPB University juga mengapresiasi kerja sama dengan Global Ocean Accounts Partnership. Kemitraan ini dinilai krusial sebagai platform bagi negara-negara Global South untuk bertukar pengalaman. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas mereka dalam praktik akuntansi kelautan. Forum ini turut membahas tantangan yang dihadapi banyak negara berkembang, terutama negara pesisir dan kepulauan. Tantangan tersebut meliputi upaya menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan perlindungan ekosistem laut.
Sebagai negara dengan kekayaan maritim yang melimpah, Indonesia memerlukan pemahaman komprehensif. Pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan membutuhkan keterkaitan ekosistem, aktivitas ekonomi, dan masyarakat pesisir. IPB University menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebijakan. Fokusnya mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian, kelautan, dan lingkungan.
Melalui visi Agromaritim yang inklusif dan berkelanjutan, IPB University percaya bahwa ketahanan pangan, stabilitas iklim, dan kemakmuran ekonomi sangat bergantung pada upaya menjaga kelestarian lautan di masa mendatang.