IPB University secara resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi para dosen serta tenaga kependidikan (tendik). Kebijakan ini merupakan respons atas arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam upaya meningkatkan efisiensi energi secara nasional, seperti dilansir dari Medcom.
Melalui implementasi WFH, IPB memberikan keleluasaan kepada stafnya untuk memilih satu hari dalam seminggu guna melaksanakan pekerjaan dari rumah. Penentuan hari WFH ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing unit kerja, termasuk di tingkat fakultas yang terkait langsung dengan kegiatan perkuliahan.
Rektor IPB University, Alim Setiawan, menjelaskan bahwa ada dua pilihan hari yang dapat diambil oleh para staf. "Kami memberi dua pilihan, ada Jumat, ada Senin," ujar Alim di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Alim menuturkan, langkah WFH ini bertujuan untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan kampus. Kebijakan ini juga selaras dengan inisiatif nasional mengenai penghematan energi. "Kita juga mengikuti dan kita sudah menerapkan WFH satu hari dalam lima hari kerja untuk penghematan BBM," tambahnya.
Pemberlakuan WFH untuk dosen dan tenaga kependidikan di IPB telah dimulai sejak awal April 2026. Kampus ini cepat beradaptasi dengan instruksi pemerintah terkait efisiensi energi. "Pak Menteri (Mendiktisaitek Brian Yuliarto) sudah menyampaikan sejak tanggal 1 atau 2 April, dan kami sudah berlakukan sejak tanggal 6 April," sebutnya.
Meski menerapkan WFH, IPB berkomitmen untuk menjaga produktivitas akademik. Kampus memastikan bahwa semua kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal tanpa hambatan. Alim menegaskan bahwa penyesuaian akan dilakukan terhadap kegiatan perkuliahan.