Iran Pamerkan Armada Drone di Bunker Bawah Tanah

Media pemerintah Iran memamerkan armada drone Shahed-136 di bunker bawah tanah, bagian dari video propaganda.

Sebagai bagian dari video propaganda, media pemerintah Iran baru-baru ini memamerkan armada drone yang berjejer di dalam bunker bawah tanah. Drone-drone, termasuk Shahed-136, menjadi perhatian Amerika Serikat dan sekutunya di Teluk.

Kantor Berita Fars merilis rekaman yang menunjukkan armada nirawak disiagakan di atas peluncur roket dan di bak truk, dengan latar belakang musik dramatis.

Drone-drone itu tampak berjejer di kedua sisi lorong yang mengarah ke terowongan terang benderang yang dihiasi dengan berbagai bendera Iran. Drone Shahed yang biaya pembuatannya hanya berkisar beberapa ribu dolar, diyakini sebagai jenis drone yang dipamerkan dalam video tersebut.

Iran telah meluncurkan drone-drone tersebut ke seluruh penjuru Timur Tengah sebagai serangan balasan terhadap AS dan Israel menyusul Operasi Epic Fury dan Lion Roar. Serangan tersebut menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara tetangga, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

Dalam serangan drone Iran yang menargetkan Pelabuhan Shuaiba di Kuwait, enam anggota militer AS tewas. Mereka yang tewas adalah Kapten Cody Khork (35) dari Florida, Sersan Kelas 1 Noah Tietjens (42) dari Nebraska, Sersan Kelas 1 Nicole Amor (39) dari Minnesota, dan Sersan Declan Coady (20) dari Iowa.

Militer Iran sebenarnya tertekan akibat serangan awal dalam operasi gabungan pada hari Sabtu, setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sekitar 40 pejabat senior lainnya tewas di dalam sebuah kompleks di jantung kota Teheran.

Meskipun mengalami kerugian besar di jajaran kepemimpinannya dan di beberapa fasilitas militer, Iran terus bisa meluncurkan drone dan rudal, meski sebagian besar berhasil dicegat dan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara negara-negara tetangga. Jika serangan drone dan rudal Iran terus berlanjut, sistem pertahanan udara AS dan negara sekutunya diprediksi bisa kewalahan.

Recommended