Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Riset AI Berbasis Rumput Laut

Wamendiktisaintek Stella Christie mendorong spesialisasi riset kecerdasan buatan (AI) di sektor rumput laut guna mengejar ketertinggalan teknologi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mendorong Indonesia segera memiliki spesialisasi riset kecerdasan buatan (AI) di bidang rumput laut pada Jumat, 17 April 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan teknologi nasional dibandingkan negara lain melalui optimalisasi kekuatan sumber daya alam lokal.

Kesenjangan kemampuan pemanfaatan AI antara Indonesia dengan mancanegara dinilai cukup lebar dalam hal produksi, paten, serta publikasi ilmiah. Dilansir dari Medcom, Stella menegaskan bahwa Indonesia perlu menentukan bidang kekuatan nasional agar pembangunan teknologi menjadi lebih terfokus dan kompetitif di kancah global.

"Bahwa spesialisasi seperti inilah yang perlu digencarkan pembangunannya," ujar Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pemilihan rumput laut sebagai fokus riset didasari pada status Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas tersebut yang terbesar di dunia.

Strategi untuk mengatasi ketertinggalan ini mencakup pengembangan pengetahuan, investasi yang tepat sasaran, serta penyediaan infrastruktur secara mandiri. Stella menekankan pentingnya analisis data secara nyata untuk mengasah kemampuan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Dalam upaya memperkuat ekosistem ini, Kemendiktisaintek mulai mengarahkan transformasi kebijakan pembiayaan riset agar tidak terus bertumpu pada dana pemerintah. Pemerintah kini mendorong skema konsorsium dan kemitraan strategis yang melibatkan sektor industri guna menjawab kebutuhan pasar yang nyata.

Terkait infrastruktur, Stella menyoroti pentingnya kemandirian pengelolaan data domestik sebagai modal utama pengembangan algoritma AI. Pengelolaan data yang aman di dalam negeri dianggap krusial agar teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan bangsa.

Pembangunan pusat data juga harus dibarengi dengan kesiapan energi nasional yang stabil, berkelanjutan, dan terjangkau. Hal ini penting agar operasional teknologi canggih tersebut tidak mengganggu atau membebani kebutuhan pasokan energi bagi masyarakat luas.

Recommended