Bagnaia Kritik Balik Pengkritik MotoGP 2025: 90 Persen Tak Perlu

Pecco Bagnaia menanggapi kritik yang menghantamnya sepanjang musim MotoGP 2025, menyebut sebagian besar tidak perlu.

Pecco Bagnaia akhirnya merespons gelombang kritik yang ditujukan kepadanya sepanjang musim MotoGP 2025, dengan menyatakan bahwa 90 persen dari kritikan tersebut tidak memiliki dasar.

Bagnaia, yang merupakan juara dunia dua kali, memasuki musim 2025 dengan harapan tinggi setelah kampanye 2024 yang mengesankan. Pada musim itu, ia berhasil meraih 11 kemenangan grand prix. Sayangnya, ia gagal meraih gelar dunia ketiga berturut-turut dengan selisih 10 poin.

Kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim juga meningkatkan ekspektasi publik terhadap Bagnaia. Banyak yang memprediksi Bagnaia akan kembali menjadi penantang utama gelar juara.

Namun, kenyataannya berbeda. Bagnaia mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan Ducati GP25. Sepanjang musim, ia hanya mampu meraih dua kemenangan dan harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir, jauh di belakang Marquez yang meraih gelar dunia ketujuhnya.

Ducati sempat melakukan berbagai perubahan signifikan pada GP25 untuk membantu Bagnaia meningkatkan performanya. Akan tetapi, hasil yang diharapkan tidak kunjung tiba. Performa Bagnaia cenderung tidak stabil, dan ketegangan antara dirinya dan tim pabrikan Italia itu beberapa kali mencuat selama musim berlangsung.

Kondisi ini memicu berbagai kritik tajam. Bagnaia merefleksikan situasi ini saat peluncuran tim Ducati untuk musim 2026. "Semuanya tergantung dari siapa kritik itu datang," ujar Bagnaia. "Karena pada akhirnya, 90 persen dari kritik tersebut tidak perlu," lanjutnya.

Bagnaia menegaskan bahwa dirinya tetap terbuka terhadap masukan yang membangun. "Ketika kritik bersifat konstruktif, wajar untuk menerimanya, mendengarkannya, dan mencoba menyerapnya. Tetapi, jika kritik tidak memiliki tujuan yang jelas, tidak ada gunanya untuk dipikirkan," tuturnya.

Meskipun musim 2025 berjalan sulit, Bagnaia tampak lebih optimistis dalam menghadapi musim 2026. Kepercayaan dirinya meningkat setelah uji coba pertama motor baru Ducati di Valencia pada November lalu.

Di sisi lain, masa depan Bagnaia bersama Ducati diselimuti ketidakpastian. Peluang Bagnaia untuk tetap berada di tim pabrikan Italia tersebut semakin kecil. Ducati dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk mempertahankan Marc Marquez selama dua musim ke depan. Selain itu, rumor juga menyebutkan bahwa Pedro Acosta akan direkrut untuk bergabung.

Dalam acara peluncuran livery Ducati 2026, pihak tim secara terbuka menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah mengamankan kontrak Marquez. Sementara itu, Bagnaia tidak menyinggung adanya pembicaraan kontrak antara dirinya dan Ducati.

Terkait langkah selanjutnya, isu kepindahan ke Yamaha terus berembus. Pabrikan Jepang tersebut diperkirakan tidak akan mempertahankan Fabio Quartararo setelah musim ini berakhir.

MotoGP akan segera memasuki fase penting dengan serangkaian tes pramusim. Uji coba perdana dijadwalkan berlangsung di Sepang pada 3–5 Februari, disusul dua hari tes terakhir di Buriram pada 21–22 Februari. Musim 2026 akan resmi dibuka lewat Grand Prix Thailand pada 27 Februari hingga 1 Maret.

Sumber: Crash

Recommended