Iran Serang Dua Kapal Tanker di Irak, Pasokan Minyak Terganggu

Angkatan laut Iran menyerang dua kapal tanker di pelabuhan Irak, memperparah gangguan pasokan minyak global.

Serangan terhadap dua kapal tanker di pelabuhan Irak oleh angkatan laut Iran pada Kamis (12/3/2026) semakin memperburuk situasi pasokan minyak dunia.

Serangan ini, menurut Reuters, juga merupakan bentuk bantahan terhadap klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyatakan telah memenangkan perang di Timur Tengah. Beberapa jam sebelum insiden ini, Iran juga dilaporkan menyerang tiga kapal lain di wilayah Teluk.

Garda Revolusi Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Salah satu kapal yang menjadi target serangan membawa muatan curah Thailand yang mudah terbakar. Sementara itu, kapal kontainer lainnya dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di dekat Uni Emirat Arab.

Konflik antara AS-Israel dan Iran, yang dimulai sejak 28 Februari, telah mengakibatkan gangguan terbesar dalam sejarah terhadap pasokan energi global.

Perang ini melibatkan sejumlah negara lain di kawasan tersebut, termasuk Kuwait, Irak, UEA, Bahrain, dan Oman. Milisi Hizbullah Lebanon juga terlibat dengan meluncurkan rentetan roket ke Israel.

Sebagai dampak dari perang tersebut, harga minyak melonjak hingga menembus angka US$ 100 per barel. Setelah kejadian tersebut, Iran melarang pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Citibank bahkan mengumumkan penutupan sementara sejumlah kantor cabangnya di UEA setelah Iran menjadikan bank tersebut sebagai target serangan di Timur Tengah. Selain itu, HSBC juga dilaporkan telah menutup kantor cabangnya di Qatar.

Recommended