Usai pertandingan antara Como dan AS Roma yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Como, terjadi momen ketika pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menolak berjabat tangan dengan Cesc Fabregas, juru taktik Como.
Fabregas, yang lebih junior, menganggap tindakan Gasperini kurang menghormati rival. Gasperini kemudian memberikan balasannya terkait kejadian tersebut.
Gasperini menyatakan, "Como adalah tim yang kuat, tetapi saya tidak menghormati perilaku mereka, di lapangan atau di pinggir lapangan," seperti dikutip dari ANSA melalui Corriere dello Sport. Ia juga menyinggung soal kartu kuning kedua yang diterima pemain AS Roma, Wesley.
Fabregas sebelumnya mengatakan, "Dalam dua tahun ini, saya rasa tidak pernah ada satu pun kesempatan di mana saya tidak berjabat tangan dengan rekan saya, baik saat saya kalah, diusir dari lapangan, marah, atau senang.”
Fabregas menambahkan, "Saya pikir ini soal rasa hormat. Saat pertandingan berakhir, Anda pergi dan berjabat tangan, bahkan jika Anda kalah dalam keadaan yang Anda rasa tidak adil. Ketika dia pergi tanpa melakukannya, itu sedikit membuat saya sedih, tetapi kemudian saya pikir itu bukan apa-apa."
Hasil pertandingan ini menambah catatan kemenangan Gasperini menjadi 26 kemenangan di Serie A sepanjang tahun 2025.