PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan kesiapannya dalam menghadapi tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Hal ini didorong oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5 persen, melampaui proyeksi global sebesar 3,1 persen. IAMI berfokus pada optimalisasi peluang pasar dan penguatan strategi yang mengutamakan pelanggan.
Masayasu Hideshima, President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase penguatan fundamental perusahaan. Perusahaan akan berfokus pada peningkatan produktivitas manufaktur, termasuk peningkatan penggunaan komponen lokal, serta modernisasi fasilitas pabrik untuk meningkatkan daya saing.
Selain itu, IAMI tetap mempertahankan strategi Customer Centric Value dengan mempererat hubungan dan pemahaman dengan pelanggan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan operasional dan layanan dealer, termasuk penyediaan program yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Strategi Solution Driven Success Value juga menjadi prioritas, dengan menitikberatkan pada uptime kendaraan serta implementasi teknologi telematics Isuzu Link untuk mendukung layanan yang lebih optimal.
“Melalui serangkaian strategi yang sudah ditetapkan tahun ini, PT IAMI menargetkan kendaraan Isuzu bisa berkontribusi terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2026. Optimisme ini juga diiringi dengan semangat Isuzu menjadi 'Real Partner, Real Journey' bagi pelanggan dalam setiap perjalanan bisnisnya,” tutur President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima, pada Kamis (27-2-2026) di Jakarta Pusat.
Sebelumnya, IAMI mencatat pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29% pada 2025. Model Traga memberikan kontribusi sebesar 47,5% dari total penjualan, diikuti ELF sebesar 23,7%, dan GIGA dengan kontribusi 18,2%.
Pertumbuhan bisnis IAMI juga tercermin dari peningkatan Isuzu Unit in Operation (UIO) setiap tahunnya. Peningkatan populasi kendaraan mendorong kebutuhan akan dukungan purna jual yang semakin luas dan berkualitas.
Perluasan strategi layanan purna jual terus dilakukan, dengan peningkatan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) dari 156 unit menjadi 162 unit. Bengkel Mitra Isuzu (BMI) terstandarisasi bertambah dari 165 unit menjadi 175 unit. Jaringan part shop juga mengalami pertumbuhan menjadi 2.097 titik pada 2025, dibandingkan dengan 1.930 titik pada 2024.
Selain itu, IAMI tetap menghadirkan layanan Mechanic & Part on Site untuk area operasional khusus seperti pertambangan dan perkebunan, didukung oleh empat unit Part Depo. Konsistensi ini mendorong pertumbuhan pendapatan suku cadang sebesar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta mencatat tren peningkatan dalam lima tahun terakhir.