ITSEC Asia Raih Laba Bersih Rp65,4 Miliar di Akhir 2025

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatat laba bersih konsolidasi Rp65,4 miliar pada 2025, naik signifikan dari Rp0,8 miliar di tahun sebelumnya.

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), perusahaan keamanan siber publik pertama di Indonesia, berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp65,4 miliar pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Angka ini meningkat drastis dibandingkan capaian Rp0,8 miliar pada tahun 2024. Peningkatan profitabilitas ini menjadi indikator keberhasilan perseroan dalam memperluas bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dilansir dari Medcom, pendapatan konsolidasi perseroan juga tumbuh 62,1% mencapai Rp527,1 miliar, dari sebelumnya Rp325,1 miliar di tahun 2024. Kenaikan ini turut mendorong laba bruto sebesar 141,6% menjadi Rp284,6 miliar, dengan margin laba bruto yang meningkat menjadi 54,0% dari 36,2%.

Laba usaha ITSEC Asia berbalik positif menjadi Rp92,5 miliar pada 2025, dibanding kerugian usaha Rp435 juta pada tahun sebelumnya. Struktur keuangan perusahaan juga membaik signifikan dengan total ekuitas meningkat menjadi Rp256,2 miliar. Gearing ratio menunjukkan perbaikan dari 1,13x menjadi 0,20x, menandakan kondisi finansial yang lebih sehat.

President Director dan Chief Executive Officer PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Rudolf Dannacher, mengungkapkan bahwa tahun 2025 merupakan momen penting bagi perseroan. “Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI,” tegas Dannacher.

Strategi dan Inovasi dalam Keamanan Siber

Sepanjang 2025, perseroan aktif menjalankan berbagai strategi untuk menghadapi lanskap ancaman siber yang semakin kompleks. Salah satu langkah penting adalah pembentukan PT ITSEC Cyber Academy. Akademi ini berfokus pada pelatihan keamanan siber dan AI untuk sektor pemerintah serta perusahaan besar.

Di bidang produk, ITSEC Asia meluncurkan IntelliBroń Aman, sebuah aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI. Aplikasi ini menunjukkan performa impresif, mencapai lebih dari 100.000 unduhan dalam bulan pertama melalui kemitraan OEM pre-installation dengan Infinix Smartphone. Selain itu, IntelliBroń Orion terus memperkuat layanan untuk segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan fitur threat intelligence berbasis AI dan respons insiden real-time. Kedua solusi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas akses keamanan siber bagi berbagai kalangan.

Investasi dan Kontribusi Nasional

ITSEC Asia mengalokasikan belanja modal sebesar Rp27,0 miliar. Dana ini digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional. Investasi tersebut mendukung penguatan platform keamanan siber berbasis AI serta pengembangan produk di berbagai segmen pasar.

Posisi keuangan perseroan juga tetap solid, dengan net debt to equity ratio sebesar 0,20x pada akhir tahun, menunjukkan peningkatan dari 1,13x di awal periode. Selain itu, ITSEC Asia turut aktif memperkuat ketahanan digital nasional. Inisiatif Gerakan Keamanan Siber Nasional, yang bekerja sama dengan ADIGSI dan BSSN, mendukung perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, dan peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta UKM di Indonesia.

Recommended