Rabu, 22 April 2026, langit sore Indonesia kembali menghadirkan pertanyaan yang terkesan sederhana tapi penting bagi jutaan orang: matahari terbenam jam berapa hari ini? Bagi umat Muslim, ini adalah penanda masuknya waktu salat Maghrib. Bagi pelancong, fotografer senja, hingga nelayan yang akan melaut, informasi ini adalah bagian dari rutinitas harian yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Yang menarik, Indonesia bukan negara dengan satu waktu terbenam. Dengan bentangan wilayah lebih dari 5.000 kilometer dari barat ke timur dan tiga zona waktu resmi yaitu WIB, WITA, dan WIT, selisih waktu antara matahari terbenam di Sabang dan Merauke bisa mencapai hampir dua jam lebih. Ini bukan sekadar angka di jam tangan, melainkan cerminan nyata dari luasnya Nusantara.
Hari ini, posisi bumi sedang berada di momen transisi menuju belahan selatan. April adalah bulan di mana matahari bergerak mendekati garis ekuator setelah sebelumnya condong ke utara. Artinya, durasi siang hari di sebagian besar wilayah Indonesia pada hari ini relatif seimbang antara siang dan malam, berkisar di angka 11 hingga 12 jam, tergantung letak lintangnya. Inilah yang membuat jadwal matahari terbenam hari ini, Rabu 22 April 2026, sedikit lebih lambat dibanding puncak musim penghujan di bulan Januari atau Februari lalu.
Kenapa Waktu Terbenam Berbeda di Setiap Kota?
Banyak orang mengira selisih waktu di Indonesia hanya soal zona waktu. Padahal ada faktor astronomi yang lebih dalam. Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sumbu bumi yang miring sebesar 23,5 derajat menjadi penyebab utama mengapa waktu matahari terbenam tidak sama setiap harinya, dan orbit bumi yang berbentuk elips juga membuat kecepatan revolusi bervariasi pada periode tertentu.
Faktor Geografis yang Menentukan
Selain zona waktu, letak lintang utara-selatan setiap kota memegang peranan sangat signifikan. Perbedaan zona waktu (WIB, WITA, WIT) serta letak lintang masing-masing daerah membuat waktu terbenamnya matahari di Indonesia memiliki rentang yang cukup lebar, dan secara umum wilayah di bagian timur akan mengalami kegelapan lebih awal dibandingkan wilayah barat, namun koordinat utara-selatan juga memegang peranan penting dalam durasi senja.
Contoh nyatanya adalah Jayapura di Papua yang secara zona waktu berada di WIT (UTC+9), namun karena posisi lintangnya yang relatif dekat dengan khatulistiwa, durasi siangnya tetap cukup panjang dibanding kota-kota di lintang lebih selatan seperti Kupang atau Mataram.
Catatan Penting tentang Waktu Maghrib
Bagi umat Muslim, matahari terbenam adalah penanda masuknya waktu salat Maghrib dan waktu berbuka puasa bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa. Otoritas keagamaan biasanya menambahkan waktu ikhtiyat (pengaman) sekitar 1 hingga 2 menit dari waktu astronomis matahari terbenam untuk memastikan matahari benar-benar telah tenggelam sempurna di bawah ufuk secara syar'i. Artinya, jadwal di bawah ini adalah waktu astronomis murni, dan jadwal Maghrib resmi dari Kemenag bisa berbeda 1-2 menit lebih lambat.
Tabel Jadwal Matahari Terbenam Rabu 22 April 2026 di 38 Ibukota Provinsi
Data berikut merupakan perkiraan waktu matahari terbenam berdasarkan kalkulasi astronomis, mengacu pada koordinat geografis masing-masing ibukota provinsi dan zona waktu yang berlaku. Sumber referensi utama mencakup data BMKG dan kalkulator astronomi internasional.
Wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB, UTC+7)
| No | Ibukota | Provinsi | Waktu Terbenam (WIB) |
|---|---|---|---|
| 1 | Banda Aceh | Aceh | 18.42 |
| 2 | Medan | Sumatera Utara | 18.30 |
| 3 | Padang | Sumatera Barat | 18.20 |
| 4 | Pekanbaru | Riau | 18.13 |
| 5 | Tanjungpinang | Kepulauan Riau | 18.06 |
| 6 | Jambi | Jambi | 18.03 |
| 7 | Pangkal Pinang | Kepulauan Bangka Belitung | 17.55 |
| 8 | Bengkulu | Bengkulu | 17.59 |
| 9 | Palembang | Sumatera Selatan | 17.54 |
| 10 | Bandar Lampung | Lampung | 17.50 |
| 11 | Jakarta | DKI Jakarta | 17.55 |
| 12 | Serang | Banten | 17.57 |
| 13 | Bandung | Jawa Barat | 17.50 |
| 14 | Semarang | Jawa Tengah | 17.41 |
| 15 | Yogyakarta | DI Yogyakarta | 17.39 |
| 16 | Surabaya | Jawa Timur | 17.33 |
| 17 | Pontianak | Kalimantan Barat | 17.45 |
| 18 | Palangka Raya | Kalimantan Tengah | 17.28 |
| 19 | Banjarmasin | Kalimantan Selatan | 17.25 |
| 20 | Tanjung Selor | Kalimantan Utara | 17.52 |
Wilayah Waktu Indonesia Tengah (WITA, UTC+8)
| No | Ibukota | Provinsi | Waktu Terbenam (WITA) |
|---|---|---|---|
| 21 | Samarinda | Kalimantan Timur | 17.55 |
| 22 | Denpasar | Bali | 17.52 |
| 23 | Mataram | Nusa Tenggara Barat | 17.49 |
| 24 | Kupang | Nusa Tenggara Timur | 17.38 |
| 25 | Makassar | Sulawesi Selatan | 18.08 |
| 26 | Mamuju | Sulawesi Barat | 18.10 |
| 27 | Kendari | Sulawesi Tenggara | 17.57 |
| 28 | Palu | Sulawesi Tengah | 18.13 |
| 29 | Gorontalo | Gorontalo | 18.14 |
| 30 | Manado | Sulawesi Utara | 18.16 |
Wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT, UTC+9)
| No | Ibukota | Provinsi | Waktu Terbenam (WIT) |
|---|---|---|---|
| 31 | Sofifi | Maluku Utara | 18.28 |
| 32 | Ambon | Maluku | 18.24 |
| 33 | Manokwari | Papua Barat Daya | 18.20 |
| 34 | Sorong | Papua Barat | 18.17 |
| 35 | Nabire | Papua Tengah | 18.05 |
| 36 | Jayapura | Papua | 17.56 |
| 37 | Sentani | Papua Pegunungan | 17.58 |
| 38 | Merauke | Papua Selatan | 17.44 |
Durasi Siang Hari Ini: Lebih Seimbang dari Biasanya
April berada dalam periode setelah ekuinoks Maret, saat matahari melintasi garis ekuator menuju belahan bumi utara. Indonesia, yang terletak di garis khatulistiwa, memang tidak mengalami perbedaan drastis seperti negara empat musim, namun tetap merasakan fluktuasi waktu terbenam sekitar 15 hingga 30 menit sepanjang tahun.
Artinya, pada hari ini 22 April 2026, durasi siang hari di sebagian besar wilayah Indonesia berkisar antara 11 jam 45 menit hingga 12 jam 10 menit tergantung lokasinya. Kota-kota di lintang selatan seperti Kupang dan Merauke sedikit lebih pendek siang harinya dibanding kota-kota di sekitar khatulistiwa seperti Pontianak yang hampir sempurna 12 jam.
Kota dengan Matahari Terbenam Paling Awal dan Paling Lambat Hari Ini
Dari data di atas, Banjarmasin dan Palangka Raya mencatat waktu terbenam paling awal dalam zona WIB, yakni sekitar pukul 17.25 dan 17.28 WIB. Ini logis mengingat posisi kedua kota tersebut yang berada di lintang selatan cukup jauh dan sudut azimut matahari yang lebih condong ke barat-barat daya.
Sementara itu, Banda Aceh di ujung paling barat sekaligus paling utara mencatat waktu terbenam paling lambat di zona WIB, yaitu sekitar pukul 18.42 WIB. Banda Aceh memang dikenal memiliki waktu terbenam yang paling akhir di zona WIB karena posisinya yang berada di atas lintang 3° Lintang Utara.