Jendi Pangabean Akmal, atlet para renang Indonesia, mencatatkan prestasi gemilang di ASEAN Para Games Thailand 2025 dengan meraih tujuh medali emas. Keberhasilan ini menjadikannya penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Indonesia.
Dominasi Jendi terlihat pada nomor individu, di mana ia berhasil meraih lima emas dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, dan 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9.
Selain itu, atlet berusia 34 tahun ini juga berkontribusi dalam perolehan emas dari nomor beregu, yaitu estafet 4×100 meter gaya bebas S1-S10 dan estafet 4×100 meter gaya campuran S1-S10.
Raihan gemilang ini melampaui pencapaian Jendi pada edisi-edisi ASEAN Para Games sebelumnya. Ia mengoleksi lima emas pada APG Malaysia 2017 dan APG Solo 2022, serta enam emas dan satu perunggu pada APG Kamboja 2023.
"Saya merasa senang sekaligus bangga, karena target pribadi sudah tercapai. Dari awal, saya memang berharap bisa menyapu bersih medali emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan capaian di ASEAN Para Games 2025 ini," ujar Jendi, Minggu (25/1/2026).
Jendi mengakui persaingan di klasifikasi S9 semakin ketat dengan munculnya atlet-atlet baru dari negara-negara Asia Tenggara. Bahkan, beberapa atlet muda Indonesia dinilai sudah mulai mendekati catatan waktunya.
Selain disiplin latihan dan pola makan, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang menjaga motivasinya. "Kunci menjaga konsistensi adalah kedisiplinan," kata Jendi.
Di APG ke-13 ini, Jendi merasakan dukungan langsung dari keluarga kecilnya. Hana Resti, sang istri yang juga atlet para tenis meja, hadir langsung di Thailand untuk memberikan semangat.
“Bagi saya, peran keluarga sangat tak ternilai. Apalagi, anak dan istri saya hadir langsung di Thailand untuk mendukung saya. Itu momen yang luar biasa bagi saya. Ini pertama kalinya mereka bisa menemani saya untuk berjuang di ajang internasional,” ucap Jendi.
Jendi mempersembahkan prestasi ini untuk sang istri yang harus mengorbankan kesempatan tampil di APG 2025 karena fokus mengasuh putra mereka. "Terakhir kali di Kamboja dia bisa mendapatkan tiga emas dan satu perak. Tapi, di APG Thailand ini dia tidak bisa ikut karena harus mengurus anak," tuturnya. "Menurut saya, justru dia pengorbanannya lebih besar dari saya. Secara spesial, medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” ungkap Jendi.
Harapan Regenerasi Atlet
Agni Herarta, pelatih para renang Indonesia, memuji pencapaian Jendi yang tetap menunjukkan semangat dan performa luar biasa di usia 34 tahun. “Catatan tujuh medali emas yang didapatkan Jendi ini hasil yang patut disyukuri karena luar biasa. Dengan bertambahnya usia, tetapi itu tidak mengubah semangatnya untuk menjadi yang terbaik di ASEAN Para Games 2025," pujinya.
Agni berharap akan lahir "Jendi-Jendi" berikutnya. "Ada banyak atlet yang berpotensi melanjutkan jejak Jendi di masa mendatang. Menurut saya, regenerasi atlet di Indonesia ini terus berjalan. Jadi, penerusnya tidak hanya satu, tetapi masih ada banyak Jendi-Jendi lainnya."
“Bagi saya, Jendi adalah orang yang selalu rendah hati. Saya ingin berpesan agar dia selalu menjaga semangatnya. Dia harus bisa menghabiskan semua kesempatan sampai benar-benar habis,” lanjut Agni.