Tim Cook resmi melepaskan jabatannya sebagai CEO Apple pada Senin, 1 September 2026, setelah memimpin raksasa teknologi tersebut selama 15 tahun terakhir. Kepemimpinan perusahaan kini beralih kepada John Ternus yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi perangkat keras Apple.
Pengunduran diri Cook menandai berakhirnya era pertumbuhan nilai perusahaan yang sangat masif, di mana kapitalisasi pasar Apple meroket hingga angka USD 4 triliun. Dilansir dari Detik iNET, penunjukan Ternus sebagai suksesor sebenarnya sudah diprediksi oleh berbagai kalangan industri sejak awal tahun.
Warisan terbesar Cook terletak pada disiplin finansial dan efisiensi operasional yang berhasil mentransformasi Apple dari ambang kebangkrutan menjadi perusahaan bernilai tinggi. Meski produk yang diluncurkan dianggap bersifat evolusioner, nilai saham Apple tercatat melonjak hampir 20 kali lipat di bawah komandonya.
"Tim kemungkinan besar akan dikenang atas kepemimpinan operasionalnya yang berhasil mentransformasi dan mengekspansi Apple secara global, memperdalam platform layanannya, serta memperkuat rantai pasokannya," kata Rick Wargo, Managing Partner di firma Boyden.
Keberhasilan Cook juga terlihat dari kemampuannya menavigasi tantangan geopolitik, termasuk kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat terhadap produk asal China. Sejak Januari 2025, saham Apple justru mengalami kenaikan sebesar 20 persen di tengah situasi politik yang dinamis.
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi domestik, Apple telah berkomitmen melakukan investasi manufaktur di Amerika Serikat senilai USD 100 miliar. Total rencana pengeluaran perusahaan di dalam negeri diproyeksikan mencapai USD 600 miliar untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
John Ternus kini mewarisi perusahaan dengan basis pengguna yang mencapai 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Fokus utama kepemimpinan baru ini diprediksi tetap pada diversifikasi bisnis dan optimalisasi ekosistem layanan yang telah dibangun oleh Cook sejak tahun 2011.