Badan Karantina Indonesia Awasi Pendaratan Ratusan Ternak Asal Australia

Ratusan sapi perah, unta, dan domba asal Australia tiba di Bandara Juanda untuk mendukung program gizi nasional dan ketahanan pangan.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengawasi pendaratan ratusan ekor hewan ternak asal Australia di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, pada Kamis (16/4/2026). Kedatangan ternak tersebut mencakup 23 ekor sapi perah, 35 ekor unta, serta 145 ekor domba jenis Texel, Suffolk, dan Dorper.

Pengiriman ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi susu dan pemenuhan protein hewani masyarakat. Dilansir dari Detik Finance, langkah impor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, menjelaskan bahwa sapi perah yang didatangkan berperan penting dalam ketersediaan produk peternakan yang sehat dan halal. Kehadiran varietas domba unggul juga diproyeksikan dapat memperkaya keragaman genetik ternak di dalam negeri.

"Kami memastikan setiap ternak yang masuk telah melalui pengawasan ketat, sehingga produk turunannya dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara aman," ujar Sriyanto, Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin.

Pasca pendaratan di Surabaya, seluruh hewan langsung dipindahkan ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Tandes untuk menjalani masa karantina. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium guna memastikan ternak terbebas dari penyakit menular seperti brucellosis, lumpy skin disease (LSD), hingga bovine viral diarrhea (BVD).

Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, menambahkan bahwa kebutuhan akan sapi perah saat ini masih berada di level yang cukup tinggi. Menurut data sistem digital Best Trust, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 2.863 ekor sapi perah dan 265 ekor domba telah masuk ke wilayah Jawa Timur.

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas hewan lintas negara merupakan langkah krusial dalam menjaga keamanan hayati nasional. Seluruh ternak baru akan dilepaskan ke pemilik setelah dinyatakan sehat sepenuhnya dan memenuhi standar prosedur karantina yang berlaku.

Recommended