Perusahaan teknologi hingga pemerintah daerah di China kini gencar mengadopsi alat kecerdasan buatan (AI) open-source bernama OpenClaw. Dalam beberapa waktu terakhir, akses ke AI agent ini diperluas, memungkinkan berbagai tugas digital dijalankan secara otomatis.
AI agent seperti OpenClaw berfungsi sebagai asisten digital. Fungsinya beragam, mulai dari mengirim email dan menjadwalkan rapat, hingga memesan restoran dengan sedikit intervensi manusia. Tidak seperti chatbot biasa yang hanya merespons perintah, AI agent dapat mengambil tindakan proaktif dengan mengakses berbagai sistem dan data.
Tencent, raksasa teknologi, baru saja meluncurkan rangkaian produk AI berbasis OpenClaw dengan nama "lobster special forces". Produk ini dirancang agar kompatibel dengan aplikasi super populer mereka, WeChat.
Startup AI Zhipu AI juga merilis versi lokal OpenClaw yang dilengkapi lebih dari 50 kemampuan siap pakai yang dapat dipasang dengan satu klik. Hal ini dikutip dari detikINET, Jumat (13/3/2026).
Menurut SecurityScorecard, perusahaan keamanan siber AS, penggunaan OpenClaw di China bahkan telah melampaui Amerika Serikat.
Popularitas OpenClaw turut meningkatkan penggunaan model bahasa besar (LLM) buatan perusahaan China. Sifat model-agnostiknya membuat OpenClaw dapat berjalan dengan berbagai model AI.
Model seperti ChatGPT dari OpenAI atau Claude dari Anthropic dapat digunakan. Namun, banyak pengguna di China lebih memilih model lokal.
Data dari platform pengembang OpenRouter menunjukkan bahwa tiga model AI yang paling sering digunakan oleh pengguna OpenClaw berasal dari perusahaan China. Total penggunaan model-model ini dua kali lebih tinggi dibandingkan model dari Google maupun Anthropic.
Biaya operasional model AI China yang lebih murah dibandingkan pesaing dari AS juga menjadi pendorong.
Instalasi Dibuat Lebih Mudah
Meskipun populer, OpenClaw sempat menghadapi kendala adopsi karena proses instalasinya yang rumit bagi pengguna non-teknis.
Untuk mengatasi masalah ini, sejumlah perusahaan teknologi di China mulai menyederhanakan proses pemasangan.
Volcano Engine, unit cloud milik ByteDance, meluncurkan versi OpenClaw berbasis web bernama ArkClaw. Versi ini memungkinkan pengguna menjalankan AI agent langsung dari browser tanpa instalasi lokal.
JD.com menyediakan layanan bantuan instalasi jarak jauh dengan biaya sekitar 399 yuan (sekitar Rp 900 ribu). Layanan ini bekerja sama dengan tim IT dari Lenovo.
Pemerintah Lokal Ikut Mendorong
Meskipun media pemerintah China sempat memperingatkan potensi risiko keamanan OpenClaw, sejumlah pemerintah daerah justru menawarkan insentif untuk pengembangan aplikasi berbasis AI tersebut.
Distrik Longgang di kota Shenzhen dan kawasan teknologi tinggi di Hefei menawarkan dukungan pendanaan hingga 10 juta yuan (sekitar Rp 22 miliar) bagi perusahaan yang mengembangkan aplikasi OpenClaw.
Program ini juga menyasar konsep "one-person company", yaitu bisnis yang dijalankan oleh satu atau beberapa orang dengan memanfaatkan AI untuk mempercepat pembangunan produk dan layanan digital.