Kaspersky Blokir 18 Juta Serangan Siber Bisnis di Asia Tenggara

Kaspersky mendeteksi 18 juta serangan web yang menargetkan sektor bisnis di Asia Tenggara sepanjang 2025 dengan volume tertinggi terjadi di Vietnam.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan telah memblokir lebih dari 18 juta serangan web yang menargetkan sektor bisnis di kawasan Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Data terbaru ini dirilis pada April 2026 untuk menyoroti peningkatan kompleksitas ancaman digital di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Medcom, para pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai metode untuk mencuri data sensitif. Teknik yang digunakan meliputi peretasan situs web, penyebaran unduhan berbahaya, hingga upaya akses sistem tanpa izin pada infrastruktur perusahaan.

Vietnam tercatat sebagai negara dengan volume ancaman tertinggi di kawasan ini dengan total 8.437.695 deteksi. Malaysia menempati posisi kedua dengan 3.361.453 insiden, sementara Indonesia berada di urutan ketiga setelah berhasil menggagalkan 3.014.870 serangan siber.

Singapura dan Thailand juga masuk dalam radar peretas dengan mencatatkan lebih dari 1 juta deteksi serangan. Meskipun kuantitas ancaman secara keseluruhan di Asia Tenggara menurun, kualitas dan kompleksitas serangan justru dilaporkan semakin meningkat demi menembus sistem pertahanan yang lebih kuat.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menjelaskan bahwa tren ini sejalan dengan pertumbuhan pesat ekonomi digital di kawasan. Peningkatan ketergantungan pada platform digital membuat perusahaan mulai memprioritaskan alokasi anggaran untuk penguatan infrastruktur keamanan teknologi mereka.

"Saya yakin bahwa solusi dan layanan keamanan siber akan menjadi salah satu investasi teknologi utama yang diprioritaskan tahun ini dan seterusnya," ujar Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky.

Guna memitigasi risiko, perusahaan disarankan untuk melakukan pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara rutin untuk menutup celah kerentanan. Implementasi kebijakan kata sandi yang unik serta pengaktifan Otentikasi Dua Faktor (2FA) juga menjadi langkah proteksi dasar yang sangat krusial.

Kaspersky turut merekomendasikan penggunaan layanan keamanan tingkat lanjut seperti Managed Detection and Response (MDR) dan Extended Detection and Response (XDR). Langkah-langkah strategis ini diperlukan untuk mendeteksi ancaman secara real-time di tengah lanskap digital yang terus berevolusi.

Recommended