Kaspersky Tekankan Keamanan Siber dan Kolaborasi AI

Kaspersky menyoroti pentingnya keamanan siber dan penggunaan AI untuk mengatasi kekurangan talenta dalam menghadapi ancaman malware.

Kaspersky terus mengampanyekan pentingnya keamanan siber, termasuk menggandeng universitas untuk mengenalkan topik ini sejak dini. Keamanan siber ternyata berkaitan erat dengan isu keberlanjutan.

Menurut Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, perspektif ESG (Environmental, Social, and Governance) mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien. Salah satu tantangannya adalah kekurangan tenaga ahli.

Adrian menjelaskan bahwa dengan deteksi 500 ribu malware baru setiap hari, memilahnya secara manual oleh 50 ribu orang tidaklah efisien. Hal ini disampaikan kepada Medcom.id di Hotel Sheraton, Tsim Sha Tsui, Hong Kong, Selasa 3 Maret 2026.

Untuk mengatasi hal tersebut, Adrian menambahkan bahwa AI (Artificial Intelligence) menjadi kebutuhan mendesak untuk membantu pekerjaan manusia. "Jadi kita butuh mesin, AI, untuk mendukung pekerjaan manusia. Dengan begitu, solusi bisa lebih cepat dan hemat biaya, sekaligus berkelanjutan," sambungnya.

Adrian juga menyampaikan, "Tidak mungkin setiap tahun biaya keamanan siber naik berlipat-lipat tanpa batas. Jadi membangun siklus hidup pelanggan yang terlindungi dengan cara berkelanjutan adalah tujuan banyak vendor keamanan siber."

Recommended