Riset Jadi Faktor Penentu Produk Sesuai Kebutuhan?

Co-founder ID COMM sebut riset fondasi studi berkualitas. Riset bantu jawab pertanyaan secara terukur dan cek data, bukan asumsi.

Apakah riset menjadi faktor penentu utama dalam memastikan sebuah produk benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar saat ini?

Menurut Co-founder ID COMM, riset adalah fondasi penting bagi setiap studi yang berkualitas. Riset dipandang sebagai proses sistematis untuk menjawab pertanyaan secara terukur, yang bermula dari ketidakpastian atau keraguan terhadap suatu fenomena.

"Riset dimulai karena ada sesuatu yang belum pasti. Ada hal yang perlu dicek dengan data, bukan hanya asumsi," ujarnya.

Asti Putri, Lead Research dan Co-founder ID COMM, menyampaikan hal ini dalam diskusi bertajuk 'Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap?'. Ia memaparkan pandangannya saat menjadi dosen tamu di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong.

Riset, secara umum, bertujuan untuk merumuskan pertanyaan secara terstruktur dan menentukan metode yang tepat untuk menjawabnya. Terdapat dua pendekatan utama dalam riset, yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menguji sesuatu melalui data angka dan statistik. Sementara itu, metode kualitatif membantu menggali persepsi, pengalaman, dan dinamika yang tidak selalu dapat diterjemahkan dalam angka. Kombinasi keduanya seringkali menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Pertanyaan dalam Riset ID COMM

Dalam mempersiapkan Riset ID COMM, pertanyaan yang diajukan tidak hanya terbatas pada tren penjualan, tetapi juga mencakup:

  1. Kesiapan Industri: Apakah industri otomotif siap dengan era mobil listrik? Apakah produsen membangun pabrik di Indonesia atau hanya menjual produk? Bagaimana dengan kesiapan rantai pasok?
  2. Kebijakan Pemerintah: Apakah regulasi yang ada sudah sinkron dari hulu ke hilir? Apakah ada insentif yang diberikan? Apakah kebijakan yang ada mendukung investasi dan perkembangan industri mobil listrik?
  3. Konsumen: Perilaku konsumen terus berubah dengan cepat. Dulu mobil penuh tombol, sekarang hampir semua fitur ada di satu layar. Tidak semua orang siap dengan perubahan ini.
  4. Infrastruktur: Bagaimana dengan infrastruktur pengisian daya listrik? Apakah home charging sudah tersedia? Bagaimana dengan SPKLU di tempat umum? Apakah mudah digunakan dan praktis dalam sistem pembayaran?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tim peneliti ID COMM melakukan serangkaian metode, meliputi:

  • Literature review (menelaah regulasi dan kebijakan pemerintah)
  • Wawancara mendalam dengan pelaku industri, konsumen, media, dan komunitas
  • Focus Group Discussion (FGD) untuk melihat dinamika persepsi antar-stakeholder
  • Observasi lapangan (mengamati perilaku pengguna di SPKLU)
  • Social listening (memantau percakapan publik di media sosial)

Memahami proses riset sangat penting agar tidak hanya melihatnya sebagai kumpulan angka atau laporan tebal. Tantangannya adalah bagaimana membuat data tersebut 'berbicara' dan menghasilkan insight yang relevan. Baik metode kuantitatif maupun kualitatif memiliki kekuatan yang sama dalam memberikan pemahaman yang mendalam.

Sebagai seorang peneliti, Asti menekankan pentingnya kejernihan dalam membaca informasi. Informasi apa pun, jika dianalisis dengan baik, dapat menjadi data yang bermakna. Keputusan yang baik lahir dari pemahaman yang berbasis bukti.

Recommended