Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat Rp 6,2 Triliun per Jumat

Pemerintah memperkirakan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) setiap Jumat bagi ASN pusat dan daerah mampu menghemat Rp 6,2 triliun.

Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) yang akan diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia setiap hari Jumat diproyeksikan membawa dampak signifikan pada anggaran negara. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, potensi penghematan dari kebijakan ini dapat mencapai Rp 6,2 triliun.

Penghematan tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance, bersumber dari penurunan kompensasi serta subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini terjadi karena berkurangnya mobilitas ASN akibat melaksanakan pekerjaan dari tempat tinggal masing-masing.

Airlangga menjelaskan bahwa estimasi penghematan sebesar Rp 6,2 triliun itu merupakan bagian yang langsung berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Fokus penghematan utama adalah pada komponen kompensasi BBM.

"Potensi penghematan dari kebijakan WFH yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," terang Airlangga dalam sebuah konferensi pers virtual pada Selasa (31/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga memperkirakan adanya penghematan yang lebih luas pada tingkat konsumsi BBM masyarakat secara keseluruhan. Angka penghematan ini diperkirakan mencapai Rp 59 triliun.

"Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp 59 triliun," lanjut Airlangga, menunjukkan skala dampak ekonomi yang diharapkan dari inisiatif WFH ini.

Recommended