Konsumen di pasar global kesulitan mendapatkan komputer desktop Mac Mini dengan kapasitas memori besar setelah permintaan melonjak drastis pada Rabu (22/4/2026). Fenomena kelangkaan ini dipicu oleh pergeseran tren industri yang mulai memprioritaskan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal di dalam perangkat.
Dilansir dari Detik iNET, varian Mac Mini dengan RAM 32GB dan model M4 Pro berkekuatan RAM 64GB saat ini dilaporkan habis terjual di berbagai toko resmi Apple. Kondisi tersebut menyebabkan jadwal pengiriman untuk konfigurasi tertentu mengalami penundaan signifikan hingga mencapai 12 minggu.
Peningkatan minat terhadap Mac Mini didorong oleh kebutuhan para pengembang untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) tanpa bergantung pada layanan komputasi awan. Perangkat dengan cip Apple Silicon dianggap sebagai opsi paling ekonomis bagi pengguna yang membutuhkan RAM puluhan gigabyte guna menghindari biaya langganan token cloud.
Data dari Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menunjukkan bahwa sebelumnya Mac Mini hanya memberikan kontribusi sekitar 3 persen dari total penjualan unit Mac di Amerika Serikat. Namun, penggunaan agen AI lokal seperti OpenClaw telah mengubah posisi produk yang dulunya dianggap sebagai barang niche tersebut.
"Apple sepertinya terjebak oleh banyaknya orang yang membeli Mac Mini untuk menjalankan Clawdbot (OpenClaw). Lonjakan permintaan ini mustahil diprediksi pada beberapa bulan yang lalu," ujar Francisco Jeronimo, Vice President IDC.
Meskipun stok desktop ringkas ini menipis, lini MacBook Pro dengan konfigurasi RAM hingga 128GB terpantau masih tersedia luas di pasaran. Analis dari Omdia, Kieren Jessop, menilai kelangkaan ini murni akibat lonjakan permintaan spesifik pada model memori besar, bukan karena strategi Apple menjelang peluncuran cip M5.
Masalah pasokan ini juga diperparah oleh krisis cip RAM global yang saat ini tengah melanda industri PC dan ponsel pintar di seluruh dunia. Kendati demikian, integrasi memori langsung dalam desain system-on-chip milik Apple diperkirakan memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan produsen lainnya dalam menghadapi tekanan rantai pasok global.