Stok DRAM Global Diprediksi Langka Hingga 2027 Akibat Lonjakan AI

Pasokan DRAM global hanya mampu penuhi 60 persen permintaan hingga 2027 karena lonjakan kebutuhan data center AI yang menekan pasar PC dan ponsel.

Krisis pasokan memori DRAM global diproyeksikan terus berlanjut hingga tahun 2027 akibat tingginya permintaan sektor kecerdasan buatan (AI) yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi. Laporan terbaru pada Senin, 20 April 2026, menyebutkan bahwa produsen saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 60 persen dari total kebutuhan pasar dunia.

Ketimpangan antara ketersediaan dan permintaan tersebut memicu potensi kelangkaan yang persisten sekaligus menjaga harga memori tetap tinggi bagi konsumen. Dilansir dari Medcom, kondisi pasar yang stabil diperkirakan paling cepat baru akan terwujud pada akhir tahun 2028 mendatang.

Sektor pusat data dan pengembangan teknologi AI menjadi penyerap utama stok DRAM dalam jumlah besar, yang kemudian berdampak pada segmen perangkat keras lainnya. Industri komputer (PC) dan ponsel pintar kini harus berebut jatah pasokan memori yang semakin terbatas di pasar global.

Data dari Nikkei Asia dan WCCF Tech menunjukkan adanya selisih signifikan antara laju produksi dan pertumbuhan permintaan. Untuk mengimbangi kebutuhan pasar, industri manufaktur semikonduktor idealnya meningkatkan produksi sebesar 12 persen per tahun selama periode 2026 hingga 2027.

Namun, realita di lapangan menunjukkan angka pertumbuhan produksi saat ini masih tertahan di kisaran 7,5 persen. Meskipun perusahaan besar seperti Samsung, SK Hynix, Micron, dan YMTC tengah membangun fasilitas manufaktur baru, operasional penuh dari pabrik-pabrik tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Prioritas produksi saat ini juga mulai bergeser secara masif ke arah High Bandwidth Memory (HBM) yang spesifik digunakan untuk kebutuhan server kecerdasan buatan. Hal ini secara otomatis menekan ketersediaan DRAM untuk penggunaan umum di level konsumen retail.

Beberapa produsen bahkan telah mengambil langkah untuk mengurangi volume produksi memori generasi lama, termasuk tipe DDR3, DDR4, dan LPDDR4. Fokus industri yang berpindah ke teknologi baru untuk AI ini memperburuk kelangkaan komponen pada perangkat elektronik konvensional.

Lonjakan biaya komponen akibat minimnya stok diprediksi akan memaksa vendor PC dan smartphone untuk menyesuaikan harga jual produk mereka. Upaya ekspansi lini manufaktur yang sedang berjalan diperkirakan baru akan memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas suplai setelah melewati tahun 2027.

Recommended