Kementerian Agama (Kemenag) mengupayakan perubahan cara beragama yang tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga memberikan dampak positif pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Selama ini, pemahaman agama seringkali terbatas pada hal-hal eskatologis seperti surga dan neraka.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyampaikan hal ini saat berdialog dengan media di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. Ia menekankan perlunya mentransformasi cara beragama agar lebih produktif dan berdampak nyata.
"Kementerian Agama saat ini ingin mentransformasi cara beragama agar menjadi lebih produktif dan lebih berdampak. Artinya, beragama tidak hanya berkaitan dengan persoalan akidah, moral, atau syariah semata," ujar Kamaruddin, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
Kamaruddin menjelaskan bahwa selama ini agama kerap direduksi hanya pada persoalan surga, neraka, malaikat, atau urusan eskatologis. Padahal, agama memiliki dimensi yang jauh lebih luas dalam kehidupan manusia.
Keberagamaan, menurut Kamaruddin, seharusnya memberdayakan secara sosial, ekonomi, dan spiritual. Agama harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.
Kemenag menegaskan bahwa upaya ini bukanlah untuk mengubah ajaran agama, melainkan untuk mendorong perubahan orientasi dalam praktik keberagamaan. Tujuannya agar praktik keagamaan benar-benar memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari, sosial, dan masyarakat luas.
Kualitas keberagamaan, lanjutnya, dapat diukur dari sejauh mana nilai-nilai agama mampu memberikan kemaslahatan dalam kehidupan bersama. "Jika keberagamaan kita ingin lebih bermutu dan berkualitas, maka keberagamaan itu harus menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan," tandas Kamaruddin.
Transformasi ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa beragama tidak hanya soal hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama manusia dan lingkungan. Dengan pendekatan ini, Kemenag optimistis nilai-nilai agama dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Indonesia.