Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya memulihkan proses pembelajaran dan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pascabencana banjir. Salah satu langkahnya adalah peresmian enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu.
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu untuk meresmikan RKD, menyerahkan bantuan buku, dan memberikan motivasi kepada siswa. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan rekonstruksi pascamusibah.
Menurut Abdul Mu'ti, pembangunan RKD ini bersifat sementara, sambil menunggu rekonstruksi gedung utama sekolah. Nantinya, setelah gedung sekolah selesai dibangun, RKD dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti kantin.
Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemendikdasmen. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya merupakan yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu. Ia juga menambahkan bahwa sekolahnya akan dibangun gedung baru oleh Kemendikdasmen bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat.
Israqiah, seorang siswi SMA Negeri 2 Mereudeu, mengungkapkan kebahagiaannya atas hadirnya RKD. Sebelumnya, proses pembelajaran dilakukan di tenda darurat dengan beralaskan terpal.
Senada dengan Isra, Ziadatul Una juga bersyukur atas peresmian RKD. Ia menuturkan bahwa kembali ke ruang kelas adalah hal yang lama diidam-idamkan setelah banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mu'ti juga membagikan bantuan buku pembelajaran dan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp 25 juta. Di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Per tanggal 6 Maret 2026, Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah dengan nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun. Sebanyak 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola dan 187 sekolah bekerja sama dengan TNI AD.