Klub NAC Breda resmi terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie, setelah dipastikan finis di posisi ke-17 klasemen pada Minggu (10/5/2026) malam. Meskipun berhasil meraih kemenangan atas SC Heerenveen di Stadion Rat Verlegh, perolehan poin mereka tidak lagi mampu mengejar para pesaing di zona aman.
Dilansir dari Bola, NAC Breda sebenarnya sempat unggul 2-0 lewat dua gol yang dicetak oleh Boy Kamper dalam laga pekan ke-33 tersebut. Namun, hasil positif ini menjadi sia-sia karena pada pertandingan lain, Telstar sukses mengalahkan Heracles Almelo sementara Volendam menahan imbang Excelsior.
Kemenangan Telstar dan hasil imbang Volendam membuat NAC Breda terkunci di peringkat ke-17 dengan koleksi 28 poin. Dengan menyisakan satu pertandingan terakhir pekan depan, selisih empat poin dari Telstar di posisi ke-15 sudah tidak mungkin terkejar oleh skuat asuhan Carl Hoefkens.
Pertandingan melawan Heerenveen itu sendiri sempat diwarnai ketegangan setelah wasit menghentikan laga untuk sementara waktu. Hal ini dipicu oleh aksi suporter tuan rumah di tribun yang mengganggu jalannya pertandingan di lapangan.
Turunnya NAC Breda ke Keuken Kampioen Divisie mengakhiri musim yang penuh dengan polemik hukum di luar lapangan. Klub sebelumnya sempat membawa kasus administratif terkait status pemain Go Ahead Eagles, Dean James, ke pengadilan di Utrecht pada 28 April 2026.
NAC Breda menggugat hasil kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles pada Maret lalu dengan argumen bahwa Dean James tidak memenuhi syarat bermain setelah berpindah kewarganegaraan menjadi Indonesia. Namun, hakim memutuskan memenangkan KNVB dalam persidangan yang digelar awal pekan kemarin.
"Saya pikir kami telah bekerja sangat keras untuk menghindari skenario ini. Ketika pada akhirnya terbukti benar, sangat sulit untuk menerimanya," kata Carl Hoefkens, Pelatih NAC Breda.
Hoefkens juga melontarkan kritik keras terhadap hasil imbang antara Volendam dan Excelsior yang memastikan nasib timnya. Menurut sang manajer, jalannya pertandingan tersebut terasa aneh dan dinilai memiliki keterkaitan yang sangat sedikit dengan permainan yang adil.