Kemendikdasmen dan TNI AD Percepat Pembangunan Sekolah Rusak

Kemendikdasmen bekerja sama dengan TNI AD untuk mempercepat pembangunan 267 sekolah terdampak bencana di Sumatera. Target selesai Oktober 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat untuk mempercepat pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana di Sumatera. Kerja sama ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyatakan, kolaborasi ini bertujuan mempercepat pembangunan dan relokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal itu disampaikannya di kantor Kemendikdasmen, Kamis 5 Maret 2026.

Total sekolah yang akan dibangun dan diperbaiki mencapai 267 unit, dengan target penyelesaian pada Oktober 2026.

Fajar menjelaskan, 267 sekolah tersebut berlokasi di tiga provinsi terdampak bencana.

“Target kami itu bulan Oktober itu akan selesai. Tim sangat optimis bisa menyelesaikan dalam waktu yang sudah kita targetkan,” tuturnya.

Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) TNI AD Rachmad Zulkarnaen mengatakan, pihaknya akan mengerahkan Komando Daerah (Kodam) Militer di tiga provinsi untuk membantu perbaikan sekolah. Sebelumnya, TNI AD juga telah melakukan hal serupa.

“Jadi dengan kerja sama ini kami melanjutkan itu berupaya mempercepat pelaksanaan pembangunan, rehab sekolah,” ungkapnya.

Rachmad menambahkan, jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar.

“Kita harapkan dengan kesepakatan ini, semua berjalan dengan semestinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kemendikdasmen menargetkan pemulihan kondisi pendidikan selama tiga tahun, sesuai dengan lini masa yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Mungkin kita target pemulihan ini sama dengan BNPB, 3 tahun,” sebut Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen Jamjam Muzaki dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu 2 Maret 2026.

Pemulihan sarana dan prasarana pendidikan menjadi prioritas tahun ini. Upaya ini akan didukung dengan penyesuaian kebijakan.

Jamjam menyoroti kondisi di Aceh Tamiang, di mana beberapa jembatan belum tersambung, sehingga guru harus menyeberangi sungai menggunakan tali.

“Dengan menggunakan sling gitu ya, jadi kayak tambang gitu, menggunakan sling saja,” tuturnya.

Pihaknya juga berupaya memulihkan akses dan memberikan pendampingan sosial kepada warga sekolah yang terdampak.

“Jadi guru dan siswanya banyak yang jadi korban. Kalau di bencana ini kan ada yang meninggal, ada yang hilang, ada yang luka-luka dirawat, rumahnya rusak, mengungsi, dan sebagainya,” terangnya.

Untuk membantu akses pendidikan darurat, Kemendikdasmen telah mendirikan tenda darurat. Sebanyak 168 tenda telah disalurkan.

“Kami sudah distribusi sekitar 168 tenda dan mungkin saat ini masih ada banyak sekolah yang ada di tenda gitu ya. Juga ada 44 sekolah yang kita bangunkan ruang kelas darurat jadi semi permanen untuk sementara sampai proses pemulihan berjalan,” jelasnya.

Recommended