Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mengkaji kemungkinan perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa yang terkena dampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Usulan ini diajukan untuk membantu siswa yang terdampak bencana pada November 2025.
Menurut Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, penambahan penerima PIP masih dalam tahap usulan kebijakan. Hal ini disampaikan dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu, 2 Maret 2026.
“Jadi memang ada usulan juga untuk penambahan PIP khusus bagi mereka yang terdampak bencana, tapi itu masih kami usulkan kebijakannya,” kata Jamjam.
Kesiapan anggaran untuk inisiatif ini masih dalam perhitungan, termasuk mempertimbangkan usulan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Selain itu, Kemendikdasmen juga memberikan tunjangan khusus kepada 59 ribu guru. Sebanyak 50 persen dari jumlah tersebut telah menerima tunjangan ini.
Jamjam menjelaskan bahwa setiap guru menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan, sehingga total tunjangan yang diterima mencapai Rp6 juta.
“Tunjangan khusus, ada sekitar kita estimasi 59.000 dan yang sudah disalurkan sekitar 36.000 guru,” kata Jamjam.
Penyaluran tunjangan tersebut dimulai sejak Desember 2025 dan tahap terakhir dilaksanakan pada Februari 2026.
Saat ini, Kemendikdasmen terus memantau kebutuhan riil di daerah bencana, khususnya usulan-usulan baru penerima bantuan, karena data di lapangan bersifat dinamis.
“Ini sedang dilakukan verifikasi beberapa usulan-usulan yang baru masuk. Karena pendataan ini dinamis ya di lapangan,” kata Jamjam.