Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Career Development Center (CDC) di lingkungan perguruan tinggi. Upaya ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi para lulusan universitas di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan formula yang lebih efektif dalam memfasilitasi kerja di luar negeri. Terutama bagi lulusan perguruan tinggi yang memiliki keahlian. Forum ini diharapkan melahirkan konsep baru guna mendorong budaya kerja ke luar negeri, demikian dilansir dari Medcom.
Fauzan menambahkan, Indonesia masih memiliki jumlah pekerja migran yang relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara seperti India dan Filipina. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya tren dan semangat untuk bekerja di luar negeri di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, inisiatif ini dirancang untuk menumbuhkan motivasi di kampus-kampus agar bekerja di luar negeri menjadi pilihan karir yang menarik.
Lebih jauh, Fauzan berharap pengalaman kerja di luar negeri tidak hanya menjadi tren sesaat. Namun juga dapat memicu semangat baru dan memberikan perspektif inovatif dalam pengembangan sistem akademik. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.
Nandy Setiadi Djaya Putra, Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan CDC. Pihak-pihak terkait seperti pembuat kebijakan, praktisi, dan asosiasi akan diajak berkolaborasi. Tujuannya adalah untuk berbagi informasi dan praktik terbaik terkait peluang kerja.
Penguatan CDC ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas program. Selain fungsi konvensionalnya, CDC juga akan dikembangkan untuk mendukung upaya internasionalisasi lulusan. Ini berarti mempersiapkan mereka untuk bersaing di pasar kerja global.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, meyakini bahwa penguatan CDC akan meningkatkan relevansi dan tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja. Ia melihat adanya potensi besar bagi sumber daya manusia Indonesia di pasar global. Banyak negara menghadapi kekurangan tenaga terampil atau "talent storage" di tingkat global.
Perguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai pusat pencetak talenta-talenta yang dibutuhkan pasar. Khairul menyatakan, "Sesuai dengan upaya kita memenuhi kebutuhan di domestik, mengapa kita tidak memanfaatkan peluang di luar negeri? Dalam hal ini, kita menyiapkan talenta global."
Dampak penguatan CDC tidak hanya terbatas pada penyerapan lulusan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia nasional dan perekonomian domestik. Khairul menambahkan, "Banyak dampak yang bisa dihasilkan, selain aspek brain circulation, juga peningkatan ekonomi dan sebagainya. Untuk itu kita ingin menguatkan sumber daya yang sudah ada di perguruan tinggi, yaitu pusat karir yang selama ini ada."