Kemenhub Percepat Penanganan Antrean Gilimanuk 18 Maret 2026

Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub terus mempercepat penanganan antrean di Pelabuhan Gilimanuk pada 18 Maret 2026, dengan menambah jumlah kapal.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat terus berupaya mempercepat penanganan antrean panjang kendaraan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Bahkan hingga sore hari, antrean diklaim sudah mulai terurai di sekitar lokasi pelabuhan.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, hingga pukul 16.00 WITA, Rabu (18/3/2026), sudah tidak ada lagi antrean kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Ia mengklaim, semua kendaraan telah memasuki buffer zone.

"Kami bersama stakeholder pun masih terus melakukan mitigasi agar tidak terjadi antrean kendaraan kembali di sekitar pelabuhan sehingga arus lalu lintas kembali normal," kata Aan, Rabu (18/3/2026).

Kemenhub, lanjut Aan, terus memaksimalkan langkah-langkah untuk mengatasi kepadatan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. Tujuannya agar kendaraan bisa segera diangkut menyeberang ke Ketapang.

Salah satu langkah yang diambil adalah mempercepat durasi port time. Caranya, dengan mengoperasikan kapal tambahan, sehingga total kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 40 unit. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) yang dipersingkat menjadi 15 menit guna mempercepat operasionalisasi kapal.

Aan berharap, optimalisasi skema tersebut dapat semakin mengurangi antrean kendaraan menuju Gilimanuk. Dengan demikian, kepadatan arus kendaraan di sekitar Gilimanuk dapat teratasi sebelum Hari Raya Nyepi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua stakeholder, termasuk kepolisian dan ASDP yang sudah berkolaborasi memitigasi kepadatan di Gilimanuk. Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat karena sudah mengikuti ketentuan yang ada sehingga kini antrean kendaraan bisa teratasi," pungkas Aan.

Recommended