Kemensos Jaring 77 Anak Putus Sekolah Melalui Program Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial menerapkan metode penjangkauan langsung untuk mengajak anak jalanan kembali bersekolah melalui inisiasi Program Sekolah Rakyat.

Kementerian Sosial menjaring sedikitnya 77 anak putus sekolah di Jakarta untuk mengikuti program Sekolah Rakyat melalui pendekatan penjangkauan langsung pada Rabu, 22 April 2026. Langkah jemput bola ini menyasar anak-anak yang selama ini beraktivitas di jalanan dan luput dari sistem pendidikan formal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah kini tidak lagi menunggu pendaftaran siswa secara pasif. Tim di lapangan bergerak mendatangi lokasi-lokasi spesifik seperti perempatan jalan dan pasar untuk menemukan anak usia sekolah yang tidak mengenyam bangku pendidikan.

Dilansir dari Medcom, puluhan anak yang terjaring tersebut akan difasilitasi untuk belajar di gedung milik Politeknik STIA LAN Jakarta. Para calon siswa ini berasal dari beragam latar belakang sosial ekonomi yang selama ini menghambat akses mereka terhadap sekolah.

"Tidak ada pembukaan pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Kita mendatangi langsung anak-anak di lapangan," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Politeknik STIA LAN Jakarta, Rabu 22 April 2026.

Setelah proses penjangkauan di lapangan, petugas melakukan verifikasi data dengan mendatangi rumah masing-masing anak. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon siswa benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan intervensi pendidikan inklusif dari negara.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran kementerian melihat realitas pendidikan secara jujur. Penekanan utama program ini adalah menjangkau kelompok masyarakat yang paling rentan dan tidak terdata dalam basis data pendidikan nasional.

Selain memberikan materi pendidikan akademik, para siswa nantinya akan mendapatkan pembinaan karakter untuk membentuk kepribadian yang tangguh. Pemerintah memposisikan program ini sebagai solusi konkret untuk menekan angka anak putus sekolah di wilayah perkotaan.

Recommended