Kemensos Simulasi WFH, Sekolah Rakyat Tetap Tatap Muka

Kemensos mulai simulasi WFH bagi ASN sebagai respons arahan Presiden. Sekolah Rakyat tetap luring setelah libur Lebaran.

Kementerian Sosial (Kemensos) memulai simulasi bekerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap arahan Presiden terkait penyesuaian sistem kerja yang lebih fleksibel.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan simulasi ini masih menunggu ketentuan dari Kementerian PANRB. Namun, Kemensos telah memulai koordinasi di bawah Sekretaris Jenderal.

Dalam simulasi ini, Kemensos mencoba menerapkan pola WFH pada hari tertentu, misalnya hari Jumat. Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas pembagian tugas antara pegawai yang bekerja di kantor (WFO) dan yang bekerja jarak jauh.

Mensos menekankan prioritas utama adalah menjaga kualitas layanan publik. Ia memastikan penerapan sistem kerja fleksibel tidak akan mengganggu pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.

"Prioritas kami adalah yang penting layanannya tidak terganggu. Jadi layanan untuk masyarakat tidak terganggu tetapi kita juga bisa berbagi untuk WFO dan WFH-nya," cetusnya.

Sekolah Rakyat Tetap Luring

Selain membahas WFH, Mensos juga menjelaskan kebijakan operasional Sekolah Rakyat. Kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan secara tatap muka dan tidak terpengaruh oleh penyesuaian sistem kerja WFH.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi siswa Sekolah Rakyat yang tinggal di asrama. Aktivitas pembelajaran di sekolah dijadwalkan kembali mulai Senin, 29 Maret 2026, setelah libur Lebaran Idulfitri.

Saat ini, Kemensos belum berencana menerapkan sistem pembelajaran campuran (hybrid) untuk program pendidikan khusus bagi anak dari keluarga miskin Desil 1-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Kami akan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sampai sekarang anak-anak ini kan kebetulan berasrama, jadi ya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Belum ada rencana untuk hybrid ya untuk Sekolah Rakyat belum ada," cetusnya.

Sebelumnya, pada sidang kabinet 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong penghematan konsumsi BBM dan mempertimbangkan WFH sebagai antisipasi dampak krisis global.

"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.

Beberapa negara lain juga telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global. Thailand, misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26-27 derajat Celsius. Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.

Recommended