Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi membuka Posko Nasional Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya koordinasi dalam pengawasan serta penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, dan listrik selama periode penting tersebut.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan perkiraan jumlah pemudik tahun ini mencapai 143 juta orang, di mana sekitar 76 juta di antaranya akan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Menurut Yuliot dalam konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2026), sekitar 50% dari total pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode RAFI 2026, Erika Retnowati, meyakinkan bahwa stok BBM saat ini dalam kondisi aman dengan ketahanan stok berkisar antara 17 hingga 23 hari.
Erika menjelaskan, secara umum ketahanan stok BBM seperti gasoline, gasoil, kerosin, dan avtur aman. Proyeksi menunjukkan bahwa selama periode posko, kebutuhan gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12% dari kondisi normal, sementara gasoil diperkirakan turun sekitar 14,5% dari kondisi normal.
Konsumsi avtur diproyeksikan meningkat 2,8%, sedangkan kerosene diperkirakan naik 4,2%. Guna memastikan kelancaran distribusi energi, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).
Yuliot menambahkan, ketahanan stok BBM dalam ekosistem energi nasional secara keseluruhan mencapai lebih dari 30 hari.
"Tadi walaupun Ibu Ketua menyampaikan bahwa cadangan kita sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari. Tentu ini merupakan bagian upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan BBM di dalam negeri," sebut Yuliot.
Cadangan BBM non-subsidi, seperti Pertamax (RON 92), tercatat jauh di atas batas minimum ketahanan stok, mencapai sekitar 29 hari atau mendekati 30 hari. Pertamina Dex memiliki cadangan hingga 45 hari, sementara avtur tercatat memiliki ketahanan stok sekitar 37 hari.
Dari sektor kelistrikan, PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik nasional selama periode siaga Ramadhan dan Idulfitri dalam kondisi aman, didukung oleh kecukupan daya pembangkit serta keandalan jaringan transmisi dan distribusi.
Selama periode siaga 17-31 Maret 2026, sistem kelistrikan nasional diproyeksikan memiliki beban puncak 47.198 MW dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 4.410 MW atau 9,3%.
Khusus pada Hari-H Idulfitri 1447 H (21 Maret 2026), beban puncak diperkirakan turun menjadi 35.017 MW dengan daya mampu pasok 51.967 MW, sehingga tersedia cadangan daya mencapai 16.950 MW atau 48,4%.
Pasokan LPG juga dipastikan aman. Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan LPG dalam kondisi aman dan dipertahankan stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri.
"Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% jika dibandingkan dengan penyaluran normal," tutup Erika.