PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil melampaui target EBITDA grup pada tahun 2025, mencapai Rp 2 triliun. Sebelumnya, target yang ditetapkan berada di kisaran Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun.
Menurut Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo, kinerja positif ini didukung oleh peningkatan GTV inti sebesar 49%. Perseroan menargetkan kenaikan EBITDA Grup sebesar 59-69% di tahun 2026, atau sekitar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
"Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun," ungkap Hans dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).
Laba perseroan diperkirakan akan terus tumbuh di seluruh lini bisnis, termasuk Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang tahun 2026. Pendapatan GOTO juga diproyeksikan meningkat lebih signifikan pada semester II. Perusahaan akan memfokuskan diri pada segmen affluent dan mass market, serta melanjutkan investasi pada kapabilitas utama.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan berhasil dicapai. Kinerja di tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas di tahun 2026.
GOTO menargetkan EBITDA yang disesuaikan untuk segmen Financial Technology (Fintech) berada di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun, sementara untuk segmen On Demand Services (ODS) sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun sepanjang tahun 2026.
Pada kuartal IV, GTV Inti Grup GOTO meningkat 57% secara tahunan menjadi Rp 124 triliun. Secara keseluruhan, GTV Inti tumbuh 49% sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 400 triliun.
Total GTV juga mengalami kenaikan menjadi Rp 212 triliun, tumbuh 47% sepanjang kuartal IV. Sepanjang tahun 2025, GTV GOTO meningkat 32% menjadi Rp 686 triliun.
Pendapatan bersih pada kuartal IV 2025 naik 19% menjadi Rp 5 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan GOTO naik 24% menjadi Rp 18,3 triliun sepanjang tahun 2025.
Sejalan dengan itu, jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup meningkat 24% secara tahunan menjadi 66 juta pengguna. EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar pada kuartal IV, atau naik sekitar 106%.
Arus kas bebas yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 748 miliar pada kuartal IV, atau sekitar Rp 966 miliar untuk tahun buku 2025. Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal IV, atau mencapai Rp 820 miliar sepanjang tahun 2025.