Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan evaluasi terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas pada infrastruktur energi. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan efisiensi energi.
Menurut Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, evaluasi difokuskan pada operasional pembangkit listrik. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi penghematan dalam penggunaan BBM dan gas.
"Jadi untuk arahan dari Presiden Prabowo, kita melakukan efisiensi yang pertama itu adalah kita melihat bagaimana penggunaan BBM yang untuk pembangkit-pembangkit kita lakukan evaluasi, juga penggunaan gas ini kita juga evaluasi, bagaimana efisiensi bisa dilakukan," ujar Yuliot Tanjung di Fuel Terminal Padalarang, Bandung, Senin (16/3/2026).
Selain itu, Kementerian ESDM juga akan meninjau secara detail operasional terkait penggunaan energi. Saat ini, mereka sedang menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) terkait langkah penghematan energi, terutama di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah.
Menanggapi pertanyaan mengenai imbauan hemat BBM kepada masyarakat, Yuliot Tanjung mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, terutama menjelang mudik Lebaran.
"Kami minta kepada masyarakat selama mudik lebaran pemerintah sudah melakukan antisipasi terhadap ketersediaan energi ini lebih dari cukup. Kemudian yang kedua itu kalau ini ada antrian itu agar masyarakat ini bisa melaksanakan antrian itu jangan sampai menimbulkan panik buying bagi masyarakat," terang Yuliot.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta semua pihak untuk mengambil langkah-langkah penghematan BBM dalam menghadapi konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Prabowo menekankan bahwa situasi global di Eropa dan Timur Tengah dapat berdampak pada harga BBM, yang selanjutnya dapat memengaruhi harga makanan. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk percepatan rencana terkait BBM dan penghematan konsumsi.
"Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberikan dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan," kata Prabowo.
"Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan, yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi. Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM," ujarnya.