Para ilmuwan menemukan bahwa Jenolan Caves, salah satu sistem gua tertua di dunia, telah terbentuk jauh sebelum dinosaurus muncul.
Jenolan Caves merupakan kompleks gua batu kapur yang terletak di wilayah Blue Mountains, Australia. Diperkirakan berusia sekitar 340 juta tahun, menjadikannya salah satu sistem gua terbuka tertua yang diketahui di Bumi.
Gua ini telah ada lebih dari 100 juta tahun sebelum dinosaurus pertama muncul. Dinosaurus diperkirakan muncul sekitar 230 juta tahun lalu, sedangkan Jenolan Caves sudah terbentuk jauh sebelumnya.
Kompleks gua ini terletak sekitar 175 kilometer dari Sydney, New South Wales. Jaringan gua ini sangat luas, dengan lebih dari 40 kilometer lorong bawah tanah dan lebih dari 300 pintu masuk yang telah teridentifikasi.
Di dalamnya, terdapat berbagai formasi batu kapur seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ratusan juta tahun. Banyak ruang besar di dalam gua memiliki kolam air bawah tanah yang menambah keunikan lanskapnya.
Usia gua ditentukan dengan menganalisis mineral tanah liat yang terperangkap di dalamnya. Mineral tersebut berasal dari abu vulkanik kuno yang masuk ke gua dan kemudian mengkristal.
Dengan teknik penanggalan radiometrik yang memanfaatkan peluruhan unsur kalium menjadi argon, para ilmuwan memperkirakan waktu pembentukan mineral tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mineral itu sudah ada sekitar 340 juta tahun lalu, yang berarti gua tersebut sudah terbentuk setidaknya sejak masa itu.
Saat gua ini terbentuk, kondisi Bumi sangat berbeda. Saat itu, banyak benua masih menyatu dalam superkontinen purba yang dikenal sebagai Gondwana.
Bahkan, sebagian wilayah yang kini menjadi Australia pernah berada di bawah laut. Seiring waktu, proses geologi mengangkat wilayah tersebut hingga membentuk sistem gua batu kapur yang kini bisa dijelajahi.
Penemuan ini mengubah pandangan lama para ilmuwan. Sebelumnya, gua dianggap sebagai formasi geologi yang relatif 'muda'.
Keberadaan Jenolan Caves menunjukkan bahwa sistem gua bisa bertahan selama ratusan juta tahun dan menjadi saksi perubahan besar dalam sejarah Bumi.
Saat ini, kompleks gua tersebut menjadi destinasi wisata alam terkenal di Australia, sekaligus laboratorium alami bagi para ilmuwan yang mempelajari geologi dan evolusi planet.