Salesforce Ungkap Kesenjangan Adopsi AI Perusahaan dan Pekerja Indonesia

Salesforce mencatat 68% pekerja Indonesia siap gunakan AI secara mandiri, namun hanya 33% perusahaan yang memberikan pelatihan keterampilan teknologi.

President Director Indonesia Salesforce, Andreas Diantoro, menyoroti adanya kesenjangan signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) antara kesiapan pekerja dan organisasi bisnis di Indonesia pada Kamis (23/4/2026). Data internal menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kerja telah siap mengintegrasikan teknologi tersebut, sementara pelaku industri dinilai masih lamban dalam melakukan penyesuaian.

Berdasarkan hasil survei terhadap 1.000 pekerja pengetahuan (knowledge workers) di sektor keuangan, pemasaran, TI, dan manufaktur, dilansir dari Medcom, sebanyak 68 persen responden mengaku kepercayaan mereka terhadap AI tumbuh melalui penggunaan pribadi. Hal ini berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dalam bekerja bagi 70 persen responden saat menggunakan teknologi tersebut.

Andreas menjelaskan bahwa perkembangan AI kini telah bergeser dari sekadar alat bantu menjadi konsep agentic enterprise yang memiliki otonomi lebih besar. AI pada level ini diklaim mampu merencanakan, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan alur kerja yang kompleks secara mandiri sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) perusahaan demi mencapai tujuan bisnis tertentu.

"AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi mereka mampu merencanakan, mengambil keputusan, menanyakan, menggunakan alat software yang lain juga, dan menyelesaikan alur kerja yang kompleks secara mandiri demi mencapai tujuan bisnis," ujar Andreas Diantoro, President Director Indonesia Salesforce saat sesi media briefing di Jakarta.

Meski minat individu sangat tinggi, dukungan dari pihak perusahaan dalam bentuk pengembangan kapasitas masih minim. Temuan survei menunjukkan hanya 33 persen pekerja yang mendapatkan pelatihan serta pengembangan keterampilan AI dari tempat mereka bekerja, sehingga memicu risiko penggunaan teknologi tanpa pengawasan atau shadow AI.

Fenomena shadow AI ini dikhawatirkan dapat membuka celah keamanan data sensitif karena minimnya visibilitas perusahaan terhadap alat yang digunakan karyawan. Sebagai langkah antisipasi, Salesforce telah menyediakan infrastruktur lokal melalui Hyperforce di Indonesia untuk menjamin pemenuhan regulasi dan standar keamanan data bagi pelaku industri.

Transformasi sumber daya manusia melalui konsep AI fluency menjadi rekomendasi utama bagi perusahaan, yang mencakup aspek mendesain ulang peran hingga meningkatkan keterampilan staf. Upaya ini dipandang krusial karena meski AI mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas, faktor manusia tetap dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang utama dalam dunia bisnis.

Recommended