Kisah Na’am Muslim: Agen BRILink Bakauheni Bantu Perekonomian Lokal

Na'am Muslim, agen BRILink di Bakauheni, berhasil mengembangkan usahanya dan membantu masyarakat setempat. Keterbatasan modal di awal menjadi tantangan.

Kehadiran BRILink Agen semakin menjadi solusi vital bagi kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, terutama di daerah yang lokasinya jauh dari kantor bank. Na'am Muslim, seorang pemilik BRILink Agen di Bakauheni, melihat usahanya ini bukan hanya sebagai sumber penghasilan, melainkan juga sebuah cara untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Perjalanan Na'am Muslim untuk menjadi seorang BRILink Agen bermula dari pengamatan sederhana. Ia melihat anggota keluarganya telah sukses menjalankan bisnis sebagai agen PPOB di kampung halamannya, dengan pendapatan bulanan yang cukup menjanjikan. Pengalaman tersebut kemudian memunculkan ketertarikan Na'am untuk mencoba peluang serupa.

"Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Kemudian, terlihat bahwa pendapatannya cukup menjanjikan. Akhirnya saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen," ujar Na'am, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (30/3/2026).

Menurutnya, proses untuk mendaftar sebagai BRILink Agen tergolong mudah. Ia hanya perlu mengikuti serangkaian tahapan sebelum akhirnya mendapatkan mesin EDC dan secara resmi memulai operasional sebagai agen. Namun, tantangan terbesar yang dihadapinya justru terletak pada fase awal usaha, yakni keterbatasan modal.

Na'am menjelaskan, besaran modal memiliki peran krusial dalam menentukan kapasitas layanan transaksi yang dapat ia berikan kepada masyarakat. Semakin besar modal yang dimiliki, semakin banyak nasabah yang bisa dilayani.

Seiring waktu, usaha yang ia rintis mulai menunjukkan hasil positif. Na'am merasakan bahwa keberadaan BRILink Agen membawa perubahan yang berarti bagi kondisi ekonomi keluarganya. Pendapatan yang diperoleh dari berbagai transaksi nasabah membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisa tercukupi," kata Na'am.

Ia juga mencatat adanya lonjakan signifikan dalam aktivitas transaksi di agen miliknya pada periode-periode tertentu, seperti selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Aktivitas transaksi biasanya mulai ramai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, kemudian meningkat lagi pada sore hingga malam hari, yaitu sekitar pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.

"Biasanya yang paling banyak itu transfer dan tarik tunai. Apalagi menjelang Lebaran, transaksi meningkat karena banyak masyarakat yang membutuhkan uang tunai atau mengirim uang ke keluarga," tuturnya.

Bagi Na'am, pengalaman paling berkesan dalam menjalankan usahanya adalah ketika nasabah merasa puas dengan pelayanan yang ia berikan. Ia berusaha menerapkan semangat pelayanan yang menjadi nilai utama BRI, yakni melayani dengan setulus hati.

"Ketika kita melayani nasabah dengan baik, lalu mereka merasa puas dan nyaman, itu yang menjadi kesan terbaik bagi kami," ungkap Na'am.

Salah satu faktor pendorong perkembangan BRILink Agen miliknya adalah tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan transaksi perbankan, khususnya di daerah-daerah. BRI sendiri telah dikenal luas dan dipercaya oleh masyarakat hingga pelosok.

"Di berbagai daerah, masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan transaksi BRI. Jadi kebutuhan terhadap layanan ini memang sangat besar," jelasnya.

Rasa bangga juga menyelimuti Na'am setiap kali melihat masyarakat terbantu dengan layanan yang disediakannya. Baginya, keberadaan BRILink Agen bukan sekadar bisnis, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Na'am berharap, usahanya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Bakauheni.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa jaringan BRILink Agen seperti Na'am merupakan strategi BRI untuk memperluas jangkauan layanan keuangan serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.

Dhanny menegaskan bahwa BRILink Agen adalah "ujung tombak inklusi keuangan BRI". Ia menambahkan bahwa melalui peran para agen, layanan perbankan menjadi lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat literasi keuangan dan mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui skema sharing economy.

Hingga Februari 2026, tercatat bahwa jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan 8,32% secara tahunan (YoY). Jaringan luas ini telah tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan mampu menjangkau lebih dari 80% wilayah Indonesia. Sepanjang periode tersebut, BRILink Agen berhasil mencatatkan volume transaksi mencapai Rp 279 triliun, dengan total transaksi lebih dari 170 juta.

Recommended