Sebanyak 24 pemain Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat di FIFA Series 2024. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 27 dan 30 Oktober.
Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan, mengingatkan agar Skuad Garuda tidak memandang enteng Saint Kitts and Nevis, meskipun secara peringkat FIFA Indonesia lebih unggul.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Emil Audero, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Joey Pelupessy termasuk dalam daftar pemain yang dirilis PSSI dan pelatih John Herdman.
Menurut Ronny Pangemanan, kejutan bisa saja terjadi di lapangan. Oleh karena itu, Timnas Indonesia harus tetap fokus dan waspada agar dapat meraih kemenangan.
"Kita fokus dulu Saint Kitts and Nevis. Tidak akan mudah, walaupun secara peringkat kita lebih oke. Kita di posisi 122, Saint Kitts and Nevis di 154. Tapi itu tidak jaminan bahwa kita bisa menang mudah melawan mereka," kata Ronny Pangemanan.
Ronny Pangemanan menambahkan, hasil pertandingan di lapangan yang akan menentukan segalanya. Ia menilai dukungan suporter di GBK menjadi modal bagus, selain kualitas pemain dan peringkat FIFA yang lebih baik.
"Tetap harus tetap fokus. Tidak boleh memangdang enteng, memandang remeh Saint Kitts and Nevis. Karena segala sesuatu bisa terjadi kejutan di lapangan. Kalau kita bermain enjoi, menikmati permainan, tidak terbeban, boleh percaya diri tapi tidak berlebih, kita bisa menang melawan Saint Kitts and Nevis," katanya.
Indonesia berpeluang bertemu Bulgaria di final jika mampu mengatasi Saint Kitts and Nevis, sementara Bulgaria diyakini dapat mengalahkan Kepulauan Solomon.
"Tinggal kita berhitung di pertandingan pamungkas. Saya pikir Bulgaria akan mampu mengalahkan Kepulauan Solomon. Terlalu jauh peringkat mereka dan kekuatan Bulgaria sangat baik dan kita semua menantikan duel antara Bulgaria dan Indonesia. Pasti akan menjadi totonan yang menarik ketika kita bertemu dengan Bulgaria," kata Ronny Pangemanan.