Kolaborasi Multilateral Jadi Kunci Ekosistem AI Enterprise

Para ahli sepakat kolaborasi erat antar berbagai pihak jadi syarat mutlak bagi keberlanjutan inovasi AI enterprise.

Keberlanjutan inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI) sangat bergantung pada kolaborasi erat antara berbagai pihak. Model pengembangan teknologi tradisional perlu beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat.

Hal ini mengemuka dalam gelaran Lenovo Tech World 26 di Hong Kong, di mana para pemimpin industri membahas masa depan AI.

Dalam diskusi panel "Forging the Future", para ahli dari akademisi, investasi, dan kewirausahaan sepakat bahwa era perusahaan tunggal yang mampu mengembangkan AI secara mandiri telah berakhir. Kolaborasi menjadi kunci utama.

Diskusi yang dipandu oleh Linda Yao dari Lenovo, menyoroti bagaimana AI telah memengaruhi berbagai industri secara global. Ia menekankan pentingnya memperluas perspektif, dari riset laboratorium hingga implementasi di masyarakat.

Jeffrey Wang dari Lenovo Capital and Incubator Group (LCIG) menyatakan bahwa inovasi AI saat ini memiliki tumpukan teknologi (technology stack) yang kompleks. Integrasi startup ke dalam ekosistem Lenovo meningkat pesat, menunjukkan bahwa efisiensi dicapai melalui penggabungan fitur teknologi spesifik ke dalam solusi keseluruhan.

Profesor Michael Y. Wang dari Great Bay University menambahkan bahwa model Technology Readiness Level (TRL) harus beradaptasi dengan kecepatan pasar. Riset masa depan didorong oleh modal ventura (VC) dan interaksi langsung dengan kebutuhan pasar, tidak hanya bergantung pada hibah pemerintah.

Dr. Tony Han, pendiri WeRide, menceritakan pengalaman perusahaannya mengoperasikan robotaxi dan drone otonom di lebih dari 40 negara. Menurutnya, AI meningkatkan efisiensi kerja sama dengan meringkas konten mitra dan mengidentifikasi kemampuan mereka dengan cepat.

"Kita bisa menggunakan AI untuk meringkas konten mitra kerja dan mengidentifikasi kemampuan mereka dengan cepat, sehingga kolaborasi berjalan jauh lebih efektif," ujarnya.

Quanyin Li dari Yunji Technology, menyoroti peran robotika layanan di 40.000 hotel dan ratusan rumah sakit. Kesuksesan AI terletak pada koneksi antar robot, robot dengan lingkungan, dan robot dengan manusia. Robot harus terhubung dengan ekosistem bangunan dan memahami niat manusia untuk memberikan nilai.

Menutup diskusi, para panelis memberikan prediksi tentang penentu kemenangan di industri AI dalam lima tahun mendatang. Jeffrey menekankan sinergi ekosistem, Profesor Michael Wang melihat peluang besar pada Embodied Intelligence, dan Dr. Tony Han berfokus pada skalabilitas rencana bisnis. Quanyin Li berkomitmen pada penyediaan layanan yang stabil, efisien, dan berbiaya rendah.

Recommended