MacBook Neo, laptop entry-level terbaru dari Apple, semakin mendekati peluncuran resminya di Indonesia. Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Rabu, 8 April 2026, menjadi sinyal kuat ketersediaannya di pasar Tanah Air dalam waktu dekat.
Berdasarkan pantauan yang dilansir dari Detik iNET, MacBook Neo dengan nomor model A3404 berhasil lolos uji dan menerima sertifikat bernomor 120406/DJID/2026. Sertifikasi ini diajukan oleh Apple Indonesia, menunjukkan kesiapan perusahaan membawa produk tersebut ke pasar lokal.
Kemunculan sebuah perangkat di database Postel Komdigi merupakan tahap akhir sebelum produk tersebut secara resmi dipasarkan di Indonesia. Ini berarti MacBook Neo kini hanya tinggal selangkah lagi menuju peluncuran komersialnya di Tanah Air.
Meskipun Apple belum mengumumkan tanggal pasti atau harga resmi untuk pasar Indonesia, berbagai prediksi menyebutkan bahwa laptop ini berpotensi mulai tersedia pada awal Mei 2026. MacBook Neo menarik perhatian karena posisinya sebagai laptop Mac paling terjangkau.
Apple bertujuan untuk memperluas jangkauan pengguna, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang membutuhkan perangkat ringan dan mumpuni untuk aktivitas sehari-hari. Desainnya tetap mengusung ciri khas Apple dengan bodi aluminium unibody yang tipis dan ringan.
Dari segi spesifikasi, MacBook Neo ditenagai oleh chip Apple A18 Pro. Chipset ini sebelumnya telah digunakan pada seri iPhone 16 Pro, menjanjikan performa yang cepat untuk kebutuhan komputasi harian dan tugas-tugas berbasis kecerdasan buatan (AI) ringan.
Layarnya mengusung panel Liquid Retina 13 inci yang tajam, ideal untuk produktivitas dan hiburan. Untuk konfigurasi dasar, MacBook Neo hadir dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB SSD.
Keunggulan lain terletak pada daya tahan baterainya yang diklaim mampu bertahan hingga 16 jam pemakaian. Fitur ini menjadikan MacBook Neo pilihan yang cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, tanpa perlu sering mengisi daya.
Laptop ini juga hadir dalam pilihan warna yang lebih berani, seperti pink merona, indigo, perak, dan kuning sitrus. Fitur-fitur pendukung lainnya meliputi kamera FaceTime HD 1080p, Magic Keyboard, trackpad Multi-Touch berukuran besar, serta speaker dengan dukungan Audio Spasial.
MacBook Neo juga kompatibel dengan Apple Intelligence dan sistem operasi macOS Tahoe, menghadirkan pengalaman ekosistem Apple yang terintegrasi. Secara global, MacBook Neo dibanderol mulai dari US$599, atau sekitar Rp9,5 jutaan tergantung kurs.
Namun, harga di Indonesia diperkirakan akan mengalami penyesuaian karena pajak dan biaya distribusi. Banyak analis memprediksi harga MacBook Neo di Indonesia akan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp12 juta.
Jika prediksi ini tepat, MacBook Neo akan menjadi salah satu MacBook paling terjangkau yang pernah dijual resmi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi konsumen yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa mengeluarkan biaya yang terlalu besar.