Konflik AS-Iran Mengancam Pasokan Pupuk Global, India Cari Alternatif

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak serius pada rantai pasok pupuk global, terutama urea dan amonia fosfat, mendorong India mencari sumber pasokan alternatif.

Gejolak antara Amerika Serikat dan Iran secara signifikan memengaruhi ketersediaan pupuk di pasar global. Kawasan Teluk, yang terkenal sebagai produsen minyak, juga merupakan pemasok utama pupuk amonia dan urea dunia. Ketegangan ini berdampak pada rantai pasok esensial bagi sektor pertanian.

Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor krusial, mengingat sekitar 45% dari total perdagangan pupuk global harus melewati jalur maritim ini. Situasi ini telah mendesak banyak negara untuk bergegas mencari alternatif pasokan pupuk demi menjaga stabilitas produksi pangan domestik.

India, salah satu pembeli urea terbesar di dunia, telah mengambil langkah proaktif. Pemerintah India sedang aktif bernegosiasi dengan sejumlah negara produsen dan eksportir pupuk berbasis nitrogen dan fosfat. Tujuan utamanya adalah mengamankan pengadaan langsung, tidak lagi bergantung pada importir atau sektor swasta India, seperti dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (4/4/2026).

Para pejabat India dikabarkan telah berkomunikasi dengan Indonesia, Rusia, Malaysia, Vietnam, Aljazair, dan Mesir. Pembicaraan ini berfokus pada permintaan pasokan urea dan amonium fosfat, dua jenis pupuk yang vital untuk penanaman padi, kedelai, dan jagung yang merupakan komoditas pangan pokok di India.

Menurut seorang sumber anonim yang memahami situasi ini kepada Bloomberg, India kemungkinan akan menunda tender impor pupuk. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melakukan pembelian langsung dari produsen utama demi efisiensi dan kepastian pasokan.

Selain negara-negara tersebut, pemerintah India juga memperluas negosiasi dengan China, Maroko, Australia, Yordania, Kanada, Finlandia, dan Togo. Sekitar 16 kedutaan India di berbagai negara bekerja sama secara erat untuk memastikan ketersediaan sumber pupuk alternatif.

Secara internal, pemerintah India mendesak negara-negara bagian untuk menggalakkan penggunaan pupuk yang bijaksana dan mencegah penimbunan. Permintaan pupuk diproyeksikan akan melonjak mulai pertengahan Mei, seiring dengan persiapan petani untuk musim tanam hujan pada bulan Juni.

Recommended